Kantor Mapolsek Terbakar, Pesan Kapolres Andi Adnan Bikin Tumbur Terharu - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kantor Mapolsek Terbakar, Pesan Kapolres Andi Adnan Bikin Tumbur Terharu

Kantor Mapolsek Terbakar, Pesan Kapolres Andi Adnan Bikin Tumbur Terharu

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani (kiri) bersama Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin berdiri di atas puing Mapolsek Sebuku. Tampak kanan, Bupati Tanbu Sudian Noor (baju putih)

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Selama 7,5 jam api mengamuk di Desa Sungai Bali, Pulau Sebuku, Sabtu (23/11) malam tadi. Dampaknya, 750 orang mengungsi, 200 rumah ludes, sebuah masjid rusak parah, dan Mapolsek serta asrama polisi rata dengan tanah.

Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani bersama Gubernur Sahbirin Noor, Minggu (24/11) meninjau langsung lokasi kebakaran.

Ikut juga ke lapangan, Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin.

Di tengah puing, dekat masjid. Terlihat bekas Mapolsek. Tidak ada tersisa, hanya papan nama berwarna kuning terbuat dari pelat besi.

Kepada Jurnal Banua, Kapolsek Pulau Sebuku Iptu Tumbur Sirait bercerita.

Malam itu ia ada di Mapolsek. Sekitar pukul 20.00, terdengar riuh dari RT 1 Desa Sungai Bali. Kebakaran..! Begitu teriakan warga sahut-sahutan.

Tumbur berlari ke luar Mapolsek. Benar saja. Di atas langit terlihat lidah api raksasa. Merah membara.

Segera ia mengontak atasan. Koordinasi cepat dilakukan. Pemadam tidak ada di desa. Hanya ada milik perusahaan.

Semua berjibaku. Adu cepat. Tapi api lebih cepat lagi. Tumbur berlari, tidak bisa berbuat apa-apa. Api pun melahap habis kantornya.

Sebuah alat berat yang coba evakuasi, terjebak dalam lubang. Operator lompat ke luar. Api melalap. Kaca alat berat pecah berderak. Operator sempat menyelamatkan diri.

Pemadam di pusat kota berlarian ke pelabuhan. Sayang kapal terbatas. Air laut surut besar, kapal fery tidak bisa berangkat.

Dibantu pemadam perusahaan, api bisa dipadamkan total pada pukul 03.30 dini hari.

Puing sisa kebakaran di Pulau Sebuku



Di Pulau Sebuku, Kapolres AKBP Andi Adnan Syafruddin memegang bahu Tumbur. "Sabar, jangan jadikan beban kantor itu. Biar saya yang mikir. Saya akan usahakan kantor itu berdiri lagi, jangan pikirkan," katanya Andi.

Mata Tumbur tampak bercaka-kaca. Ia dan 750 warga kehilangan tempat tidur di sana.


Sementara itu, hingga Senin (25/11) tadi bantuan terus mengalir masuk ke Pulau Sebuku. Dari TNI Polri, pemerintah dan pihak swasta.

Dari swasta, ada heli Jhonline Group yang berjibaku membawa bantuan. Pulang balik ke Pulau Sebuku. Juga ada bantuan alat berat dari SILO Group, bantuan sembako Sakari Group, juga sembako dan obat-obatan dari PT BKW. (JB)

Baca:




Space Iklan

Tags

Posting Komentar