![]() |
| Hendra. (FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Kelangkaan solar mulai membuat para motoris kelotok wisata di Kota Banjarmasin kelimpungan. Bagaimana tidak, agar tetap bisa beroperasi, mereka terpaksa membeli solar eceran di tepi sungai dengan harga mencapai Rp18 ribu per liter.
Kondisi tersebut diduga terjadi setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Banyak pengguna beralih menggunakan solar sehingga stok di lapangan makin sulit didapat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra meminta Disporapar Banjarmasin untuk segera mencarikan solusi. Persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keberlangsungan wisata sungai yang menjadi ikon Kota Banjarmasin.
“Ini harus segera dicarikan solusi. Jangan sampai wisata sungai kita terganggu hanya karena kesulitan mendapatkan solar,” ujarnya.
Politisi PKS ini menilai Disporapar bersama pihak terkait perlu turun tangan mencari jalan keluar, termasuk kemungkinan penyediaan akses khusus pembelian solar bagi pengemudi kelotok wisata. “Bagaimana pun mereka ini bagian dari pendukung sektor pariwisata. Pemerintah harus hadir membantu supaya aktivitas wisata tetap berjalan,” katanya.
Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pertamina bisa segera dilakukan agar kebutuhan BBM para motoris kelotok wisata dapat terpenuhi dan tidak semakin membebani pelaku wisata sungai.(saa/jb)
