![]() |
| M Isnaini. (FOTO:JB) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Munculnya kasus hantavirus di Indonesia menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.
Meski belum ditemukan kasus di Kalsel, masyarakat tetap diminta waspada terhadap penyebaran virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini meminta Dinkes bergerak cepat memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat terkait hantavirus yang mulai menjadi perhatian nasional.
“Karena ini masih informasi baru bagi masyarakat, Dinkes harus aktif menyampaikan penjelasan sedetail mungkin. Mulai dari apa itu hantavirus, cara penularannya, gejalanya, sampai langkah pencegahannya,” ujarnya.
Ia menilai sosialisasi tidak cukup hanya melalui media sosial (medsos), tetapi juga harus melibatkan puskesmas, tenaga kesehatan hingga perangkat kelurahan agar informasi benar-benar sampai ke masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat baru tahu setelah ada kasus,” katanya.
Selain itu, DPRD juga meminta Pemko memperkuat pengendalian tikus dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan padat penduduk maupun daerah rawan banjir.
“Ini bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga kebersihan lingkungan kota. Kalau lingkungan bersih dan pengelolaan sampah baik, risiko penyebaran penyakit juga bisa ditekan,” pungkas Isnaini.(saa/jb)
