Santer Kabar Pecah Kongsi Sayed Jafar - Bang Arul, Begini Tanggapan Pengamat Politk ULM Banjarmasin

Bupati Kotabaru Sayed Jafar (kanan) dikabarkan pecah kongsi dengan wakilnya Andi Rudi Latif (kiri0. Di periode kepimpinan sebelumnya, Sayed Jafar juga pernah pecah kongsi dengan wakilnya Burhanudin | ILUSTRASI: JURNAL BANUA
JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Sama dengan Pilkada sebelumnya, tahun ini Kotabaru kembali diwarnai isu pecah kongsi. Kabar pecah kongsi Bupati Sayed Jafar dan Wakilnya Andi Rudi Latif saat ini, bahkan telah menjadi buah bibir di masyarakat.

Terakhir, ketidakhadiran Andi Rudi yang akrab disapa Bang Arul di acara pembukaan Saijaan Expo 2024, Jumat 24 Mei semakin menebalkan isu pecah kongsinya dua politikus senior tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan ASN Pemkab Kotabaru, keakraban Sayed Jafar dan Bang Arul tidak sampai satu setengah tahun.

"Sekitar satu tahun empat bulan saja seingat saya mereka bareng, setelah itu tidak pernah lagi bareng dalam acara resmi daerah. Kecual ada tamu penting misalnya dari pusat, baru kelihatan bareng," ujar seorang ASN senior yang meminta namanya disamarkan.

Sayangnya, belum ada keterangan resmi baik dari Sayed Jafar dan Bang Arul terkait isu yang sedang ramai diperbincangkan publik di Kotabaru ini.

Kepada Jurnal Banua, pengamat politik ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin, Mahyuni mengatakan pecah kongsi lumrah terjadi di daerah. Apalagi Kotabaru yang notabene memiliki sumber daya berlebih dibanding daerah lainnya.

Namun tekannya, pecah kongsi antara kepala daerah dan wakilnya secara umum terjadi karena keduanya dipasangkan secara praktis. Sehingga tidak ada kesamaan visi dan misi dalam jangka waktu yang panjang.

"Ini bukan hanya untuk Kotabaru saja ya, tapi juga daerah lainnya. Biasanya ada yang merasa bahwa kemenangan Pilkada karena kontribusinya sendiri, bisa juga terjadi karena kewenangan kerja yang tidak jelas. Banyak faktor," tekannya.

Tapi apa pun itu, menurut Mahyuni pecah kongsi memberikan dampak yang buruk terhadap kinerja pemerintah daerah. "Karena ASN akan terbelah. Dampaknya program dan pelayanan publik akan terganggu," tekannya.

Bisakah pecah kongsi dihindari? Menurut Mahyuni, sangat bisa. Kuncinya adalah dengan meredam ambisi masing-masing, saling memahami, dan terpenting adalah bagaimana menyamakan visi dan misi.

"Jadi sejak awal memang harus menyamakan presepsi. Kita mencalon ini untuk kekuasaan, atau untuk membangun bersama-sama demi masyarakat yang kita pimpin. Setelah itu, atur pembagian kerja dengan jelas," ujarnya.

Mahyuni lantas memberikan contoh pasangan petahana di HST yang kembali maju lewat jalur perseorangan H Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri. "Pilkada sebelumnya, mereka menang lewat jalur perseorangan. Dan tahun ini kembali berpasangan lewat jalur perseorangan," jelasnya.

Hal itu jelasnya, membuktikan kalau kesamaan visi dan misi antara bupati dan wakilnya bisa menjadi alat agar mereka terus berjalan bersama-sama dalam jangka waktu yang panjang. "Saling mengerti dan saling menghargai, dan memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun daerah," tekannya.

Sekadar diketahui, pecah kongsi antara Sayed Jafar dan Andi Arul juga terlihat dalam pemetaan Pilkada 2024 mendatang.

Baleho Andi Rudi Latif bakal maju dengan Ketua DPRD Syairi Mukhlis terlihat menghiasai desa-desa di daerah ini.

Sementara itu, istri Sayed Jafar, Fatma Idiana mendaftar lewat jalur perseorangan didampingi Sekda Kotabaru sekarang Said Akhmad.

Warga Kotabaru dimintai tanggapannya mengatakan, pecah kongsi adalah cerita yang selalu terjadi dalam sejarah pilkada di Bumi Saijaan. "Sudah biasa itu di sini, kalau gak pecah kongsi kayaknya lain Kotabaru," kata Safar warga yang tinggal di Kecamatan Pulau Laut Barat.\

Sebagai tambahan, Sayed Jafar juga pernah pecah kongsi dengan wakilnya Burhanudin pada periode sebelumnya. Bahkan akhirnya dua tokoh ini harus head to head dalam Pilkada 2020 silam. (zal/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar