Aksi Dramatis Polisi Satui Bekuk Pengedar, Hampir Ditipu Lemparan Cup Cup

Foto: ilustrasi
JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Kholiq melempar bungkusan makanan merk Cup Cup Wow. Ketika sekelompok pria berpakaian preman menghampirinya.

"Apa yang kamu buang itu? Ambil..!" bentak seorang pria padanya.

Di keremangan malam, depan SDN 2 Desa Sinar Bulan, tangan si pembentak mengarah ke pinggang balik baju. Seperti sedang mencari senjata.

"Gak ada. Makanan ringan, sudah habis," jawab Kholiq.

Para pria merangsek maju. Tetap meminta Kholiq mengambil bungkusan makanan ringan itu.

"Ambil..!," bentaknya lagi.

Dengan gontai Kholiq berjalan ke depan. Lokasi itu persis di jalan nasional KM 167.

Bungkusan Cup Cup Wow kecil itu dia ambil. Dan ketika dibuka, ternyata di dalamnya ada bungkusan lagi. Berisi serbuk putih seperti tawas.

Para pria berpakaian preman yang ternyata merupakan anggota Reskrim Polsek Satui itu, akhirnya memeriksa serbuk kristal tersebut.

"Ini kan sabu-sabu..!" kecam seorang polisi.

Kholiq hanya diam.

Tidak tunggu lama, warga asal Kabupaten Tanah Laut itu pun digelandang ke Kapolsek Satui.

"Setelah ditimbang, berat sabu-sabu yang dia bawa 2,82 gram," kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP H Ibrahim Made Rasa, kepada Jurnal Banua, Senin (24/10/2022).

Polsek Satui berhasil membekuk seorang tersangka pengedar narkoba | Foto: Jurnal Banua
Jelas Made, penangkapan Kholiq itu terjadi Kamis (21/10/2022) malam. Setelah warga melapor ke Polsek. Bahwa di depan SDN 2 Sinar Bulan, diduga sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu.

Polsek Satui lalu memasang mata-mata di sana. Kamis malam itulah, Kholiq datang ke sana. Dia dari Tanah Laut.

Tapi rupanya, kedatangan polisi malam itu sempat membuat Kholiq curiga. Buktinya, dia sempat membuang sabu ke semak-semak. Saat ini, Kholiq diduga merupakan pengedar. (shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar