![]() |
| Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto saat memberikan keterangan. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan dan media massa dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang bulan suci Ramadan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto, mengajak jurnalis ekonomi untuk lebih jeli membaca keterkaitan dinamika ekonomi global dan nasional dengan kondisi ekonomi lokal di Banua.
Ajakan tersebut disampaikan Aloysius Donanto dalam kegiatan Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 yang digelar di Hotel Ebony, Batulicin, Selasa (10/2). Ia menegaskan bahwa menghadapi pola musiman Ramadan, Bank Indonesia menetapkan dua fokus utama demi menjaga kenyamanan dan daya beli masyarakat.
Pertama, menjaga stabilitas harga dengan memastikan harga kebutuhan pokok tidak melonjak tajam sehingga tidak memicu inflasi tinggi. Kedua, menjamin ketersediaan uang rupiah, khususnya pecahan yang sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Di sisi lain, BI Kalimantan Selatan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah melalui berbagai langkah strategis. BI secara rutin melakukan pemantauan harga di titik-titik pengukuran inflasi serta mendukung kebijakan subsidi transportasi untuk komoditas tertentu guna menekan biaya distribusi.
“Kami memastikan wilayah yang memiliki kelebihan produksi komoditas, seperti telur dan beras, dapat menyuplai daerah yang mengalami kekurangan pasokan,” ujar Aloysius Donanto.
Strategi inter-region tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Untuk Kalimantan Selatan, BI juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah komoditas utama yang kerap menjadi penyumbang inflasi, antara lain beras, cabai, dan bawang merah.
Melalui kegiatan capacity building bagi jurnalis ini, BI berharap informasi mengenai langkah-langkah pengendalian ekonomi dapat tersampaikan secara akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.(saa/jb)
