Zairullah Ingin Kembangkan Literasi, Begini Tanggapan Budayawan dari Satui

Keinginan calon bupati terpilih Zairullah Azhar menghidupkan literasi khususnya sastra mendapat sambutan positif dari budayawan Tanah Bumbu, Bambang Sucipto.
Bambang Sucipto
JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Keinginan calon bupati terpilih Zairullah Azhar menghidupkan literasi khususnya sastra mendapat sambutan positif dari budayawan Tanah Bumbu, Bambang Sucipto.

Kepada Jurnal Banua, Sabtu (2/1) siang tadi, seniman yang tinggal di Satui itu mengatakan. Selama ini memang, perhatian pemerintah di daerah terhadap sastra masih minim.

"Tercermin dari masih minimnya karya-karya sastra di Tanah Bumbu," beber pria yang berdomisili di Satui itu.

Dia dan kawan-kawan katanya sudah berupaya mengangkat nama daerah melalui sastra, budaya dan sejarah. Salah satunya adalah meneliti sejarah Satui, bertahun lalu.

Sayangnya kata Bambang, dukungan dari pemerintah kurang. "Ada di sini makam tua, yang belum jadi cagar wisata. Sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran generasi muda kita," ucapnya.

Kemudian kampung tua di Satui yang juga merupakan tempat kelahiran pahlawan nasional KH Idham Chalid menurutnya perlu diangkat ke permukaan. "Jangan sampai generasi muda Satui kehilangan jejek para leluhurnya yang mempunyai prestasi di kancah dunia," tekannya.

Semua keunikan budaya, kekayaan sejarah di Tanah Bumbu sarannya, dapat dijadikan buku. Dan diarsipkan di perpustakaan-perpusatakaan daerah.

Dia pun kemudian mengapresiasi keinginan Zairullah, untuk menghidupkan geliat sastra dan budaya di daerah ini. Harapannya, dengan meningkatnya mutu literasi di Bumi Bersujud, akan lahir SDM yang berkualitas.

"Semoga semua itu menjadi motivasi bagi generasi muda. Untuk terus berjuang dan semangat belajar mengikuti tauladan para leluhurnya. Sehingga lahir SDM yang mumpuni dan dapat membangun Tanah Bumbu yang kita cintai bersama," pungkasnya. (shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar