Polisi dan Guru Besar Ketemu, Berkisah Investigasi di Dunia Hiburan - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Polisi dan Guru Besar Ketemu, Berkisah Investigasi di Dunia Hiburan

Polisi dan Guru Besar Ketemu, Berkisah Investigasi di Dunia Hiburan

Prof Arief berpose dengan Kity Tokan

Sumringah polisi muda sekaligus anak band Kity Tokan. Senyumnya mengembang ketika Guru Besar Fakultas Hukum Jember Prof M Arief Amrullah membubuhkan tanda tangan.


JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Sama-sama asli Pulau Laut, sama-sama menggegerkan prestasinya. Kity Tokan, polisi di Polres Kotabaru lulusan terbaik pasca sarjana hukum ULM, sementara Arief satu dari segelintir guru besar kelahiran Pulau Laut.

Dua orang ini bertemu awal Maret tadi. Di Siring Laut Kotabaru. Arief pernah mengajar Kity di ULM. Karena Arief sering diundang banyak kampus untuk mengajar hukum.

Arief sendiri ke Pulau Laut dalam rangka liburan. Pulang kampung ke daerah Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat. Menengok beberapa keluarga dan teman masa kecilnya.

Uniknya, sama dengan Kity, Arief pun hobi musik. Beberapa foto di linmasa media sosial memperlihatkan pria energik itu tengah bernyanyi. Di linimasa yang lain mudah ditemukan foto-foto Kity membetot bas di atas panggung musik.

Sama-sama suka musik. Sama-sama ahli hukum. "Gak lah. Jangan bandingkan saya dengan Prof Arief. Gak ada ujung kukunya saya ini," kata Kity.

Di temaram Siring Laut, ditingkahi suara ombak, Arief dan Kity bertukar cerita. "Kalau kami kan polisi biasa investigasi ke tempat yang berbahaya. Nah kalau Prof gimana? Caranya masuk investigasi? Kan itu sulit," tanya Kity.

Arief pun bercerita pengalamannya investigasi kasus pencucian uang di salah satu klub malam. Sulit memang ujar dia. Belum apa-apa, mami-mami nawarkan minuman keras.

Waku itu kata Arief dia hanya mesan cola. Bersama beberapa rekannya. Pelan-pelan mengorek cerita. Ketika ditawarkan teman kencan, pura-pura kurang tertarik, dan mengulur waktu dengan cara minta diperlihatkan wanita lainnya.

"Pokoknya saya bilang sama teman, jangan ada catat. Jangan sampai berlagak seperti orang akademisi. Santai saja," paparnya.

Mendengar kisah itu Kity berdecak. Dia mengakui, investasi yang dilakukan akademisi memang berisiko. Berbeda dengan mereka, walau risiko sama, namun setidaknya ada senjata api jika terjadi hal diluar keinginan. (JB)

Baca juga: Ini Saran Guru Besar "Pulau Laut", Cara Memilih Presiden 2019
Space Iklan

Tags

Posting Komentar