Wakil Ketua II DPRD Balangan : Manfaatkan Media Sosial untuk Deteksi Dini Karhutla

Wakil Ketua II DPRD Balangan, Saiful Arif (tiga dariu kanan) saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Penagggulangan Karhutla Tahun 2026. : FOTO IST.

JURNALBANUA.COM, BALANGAN — Upaya pencegahan dan penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Balangan Rabu (12/8/2026) terus mendapatkan dorongan inovasi dari pihak legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Balangan meminta instansi teknis terkait untuk mengoptimalkan pemantauan informasi serta laporan masyarakat yang beredar di platform media sosial sebagai sarana deteksi dini kemunculan titik api.

Pemanfaatan media sosial dipandang sebagai langkah responsif dan ekonomis dalam melengkapi sistem pemantauan satelit maupun patroli darat yang selama ini telah berjalan. Dengan keterlibatan aktif netizen dan warga lokal yang sering kali mengunggah kejadian di lapangan lebih cepat, petugas diyakini dapat merespons indikasi kebakaran secara lebih mendadak dan presisi.

Wakil Ketua DPRD Balangan menjelaskan bahwa kecepatan informasi di era digital merupakan kunci utama untuk meminimalkan dampak karhutla. Ketika kepulan asap atau percikan api baru muncul dan diunggah warga ke media sosial, tim pemadam gabungan diharapkan bisa langsung memverifikasi lokasi dan menerjunkan personil sebelum kobaran api membesar.

Pihak legislatif mendorong BPBD serta dinas pemadam kebakaran daerah untuk membentuk tim pemantau media digital yang siaga secara berkala. Kanal aduan resmi yang terintegrasi dengan akun-akun informasi publik lokal perlu terus disosialisasikan agar masyarakat tahu ke mana harus mengarahkan informasi darurat di dunia maya.

Selain memanfaatkan unggahan warga, pimpinan dewan juga mengingatkan pentingnya edukasi beretika di media sosial saat melaporkan kejadian bencana. Masyarakat diimbau untuk selalu menyertakan titik lokasi yang jelas serta waktu kejadian yang akurat guna menghindari kesimpangsiuran informasi atau hoaks di tengah situasi darurat.

Langkah penguatan deteksi berbasis partisipasi digital ini mendapat respons positif dari berbagai pihak sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi informasi di ruang digital diharapkan mampu memangkas waktu tanggap (response time) para petugas penyelamat di lapangan secara signifikan.

Melalui dorongan pemanfaatan media sosial untuk deteksi karhutla ini, DPRD Balangan berharap sistem mitigasi bencana di daerah makin modern dan adaptif. Keaktifan warga dalam melapor serta kesiapsiagaan petugas dalam merespons informasi digital menjadi kombinasi efektif dalam menjaga Balangan dari ancaman bahaya kebakaran lahan. (nia)



Space Iklan

Tags :

bm
Wahyudi

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.