JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Tim futsal TSC (Tamara Sport Center) FC Academy sukses mencatatkan namanya di papan sejarah dengan mewakili Kalimantan Selatan ke ajang AAFI (Asosiasi Akademi Futsal Indonesia) Nasional setelah berhasil keluar sebagai jawara pada Liga AAFI Regional Kalimantan Selatan 2026, Minggu (20/9).
Tidak tanggung-tanggung, klub futsal asal Tanah Bumbu ini berhasil memuncaki podium di dua kategori sekaligus.
Untuk kategori U-13, TSC unggul dramatis lewat adu pinalit atas lawan tangguh Garuda FC dengan skor tipis 3-2.
Sementara itu, pada kategori U-16, TSC tampil digdaya dengan melibas Jadda FS dengan skor telak 4-0.
Event tahunan tersebut digelar di Upik Indoor Futsal, Banjarmasin, pada 19-20 September 2026.
“Dengan kemenangan ini, kami akan mewakili Kalimantan Selatan ke ajang nasional yang rencananya akan digelar akhir tahun ini,” kata Manajer TSC, Andri Oktafianor, kepada Jurnal Banua, Senin (21/9) siang.
Di sisi lain, pelatih TSC, Coach Dilo, mengatakan keberhasilan tim tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
“Owner tim, Bos Oboy, memberikan dukungan yang luar biasa hingga kami sampai di posisi sekarang,” ujarnya.
![]() |
| Tim futsal TSC FC Acamdey U-16 berpose bersama usai meraih trofi di Liga AAFI Kalimantan Selatan, Minggu (20/9) | FOTO: IST |
Dilo menambahkan, setelah belajar dari pengalaman sebelumnya, tim juga terus berlatih keras selama setahun terakhir.
Hal tersebut terlihat saat menghadapi Garuda FC. Pada fase awal, TSC sempat menelan kekalahan dari tim yang menjadi rival terkuat mereka di Tanah Bumbu tersebut.
Sekadar diketahui, untuk tim ketegori U-13, Tanah Bumbu mengirimkan dua tim: TSC dan Garuda FC. Keduanya ternyata bersaing dengan sengit, hingga sampai ke final.
“Pada fase awal kami sempat kalah. Namun, kami berhasil membalikkan keadaan di final,” terang Dilo.
Selain mematangkan teknik permainan, mental tim saat final juga, lanjut Dilo, sedang dalam kondisi prima. Bahkan, sang owner, Bos Oboy, turut memberikan suntikan semangat melalui video call.
“Karena kebetulan dia sedang umrah. Tetapi, dia tidak pernah melewatkan pertandingan melalui siaran langsung yang kami tayangkan. Perhatiannya ini menambah semangat tim kami,” katanya.
Untuk ajang ke depan, lanjut Dilo, selain mempersiapkan teknik dan fisik, tim juga akan fokus pada penguatan mental.
“Karena atmosfer di tingkat nasional tentu berbeda jauh dengan di lokal,” pungkasnya.
Terpisah, Owner TSC, M Riski Farejiannor—akrab disapa Oboy, mengaku bangga dan bersukur. "Gelar double winner ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan mentalitas luar biasa anak-anak. Ini membuktikan pembinaan futsal Tanah Bumbu sanggup bersaing di tingkat tertinggi Kalsel," ujarnya.
Pun begitu, kemenangan ini jelasnya baru awal. "Menghadapi seri nasional, kami fokus berbenah agar bisa membawa harum nama Kalsel. Pesan saya untuk para pemain, tetap rendah hati dan jangan cepat puas. Semoga prestasi ini makin menggairahkan pembinaan futsal usia dini dan memicu dukungan penuh seluruh pihak di Tanah Bumbu," pungkasnya. (zal/jb)

