![]() |
| BKW Peduli kerahkan tiga unit armada untuk membantu krisis air di Kotabaru akibat musim kemarau | FOTO: IST |
JURNALBANUA.COM, KOTABARU – Deretan jeriken dan drum plastik berbaris rapi di tepi jalan. Ratusan kepala keluarga di Kecamatan Pulau Laut Utara, pusat kota Kotabaru, antusias menyambut kedatangan bantuan air bersih dari PT Buana Karya Wiratama (BKW), Sabtu (15/08) sore.
Guna mempercepat distribusi di tengah krisis air akibat musim kemarau, BKW Peduli menerjunkan 3 unit armada sekaligus untuk menyisir pemukiman warga yang terdampak kekeringan.
"Bantuan air bersih rutin kami lakukan setiap tahun saat kemarau melalui program BKW Peduli. Kami ingin hadir langsung meringankan beban masyarakat, khususnya di pusat kota," ujar Humas BKW Peduli, Ardiansyah.
Perjuangan menghadirkan air bersih ini tak main-main. Ardiansyah menjelaskan, 3 unit armada tersebut harus menempuh jarak belasan kilometer menuju sumber air di kawasan Sarangtiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, sebelum membagikannya ke pemukiman warga.
"Seluruh armada bekerja marathon dari jam delapan pagi hingga sepuluh malam. Dalam sehari, 3 mobil tangki kami mampu melakukan hingga 12 kali pengiriman (rit)," terangnya.
![]() |
| Armada BKW Peduli bekerja siang dan malam untuk menyalurkan bantuan air bersih ke kantong-kantong padat penduduk di pusat kota |
Dengan total pasokan mencapai 60.000 liter per hari (5.000 liter per rit), aksi tanggap darurat BKW Peduli ini mampu menopang kebutuhan harian lebih dari 1.200 jiwa. Adapun wilayah yang disasar hari ini meliputi beberapa RT di Desa Rampa, Semayap, Dirgahayu, hingga Kelurahan Kotabaru Hulu (Higa Gunung).
Ketua RT 1 Desa Rampa, Musdalifah, mengaku sangat terbantu dengan aksi cepat BKW Peduli. "Kami tinggal di kawasan pesisir. Saat kemarau tiba, akses air bersih benar-benar sulit," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 13 Safri. Ia mengimbau warga agar menggunakan pasokan air secara hemat dan bijak. "Saat kemarau seperti ini, baru terasa betapa berharganya setiap tetes air," tuturnya.
Krisis air di pusat kota Kotabaru sendiri dipicu penurunan debit ekstrem di penampungan PDAM. Waduk Gunung Ulin bahkan sempat menyusut hingga ketinggian 160 sentimeter dari batas normal 600 sentimeter, yang memaksa penggiliran pasokan ke rumah warga.
Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Kotabaru, H. Suriansyah, mengapresiasi kepedulian swasta dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bahu-membahu menanggulangi dampak kemarau tahun ini. (zal)

