Kobra Temukan Rp635 Juta Vape Zombi di Tanbu: Gaya Hidup atau...

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novi Adi Wibowo membeber barang bukti Vape Zombi, tampak di belakang Tim Kobra Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu menggunakan rompi marun | FOTO: JURNAL BANUA

Perempuan cantik berinisial FR itu hanya bisa pasrah ketika Tim Kobra menemukan 30 butir pil geleng di dalam rumahnya. Namun temuan berikutnya mengubah cerita: tim mengendus jejak cairan rokok elektrik yang belakangan menjadi perhatian di sejumlah negara Asia: Vape Zombie.

JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Matahari puncak kemarau terasa menyengat udara. Namun, bukan hanya terik El Nino yang membuat telinga Tim Kobra Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu gerah awal pekan September tadi.

Ada narkotika jenis baru dalam tabung cairan rokok elektrik. Orang-orang menyebutnya vape getar, karena badan penggunanya bisa bergetar—diiringi perasaan ngefly seolah kesadarannya melayang.

"Kami terima laporan dari masyarakat," kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novi Adi Wibowo, Jumat (18/9).

Tidak mudah ternyata melacak peredarannya. Dia tidak dijual di tokok rokok elektronik; barang itu juga tidak terdeteksi lewat jaringan pasar gelap seperti narkoba jenis lainnya.

Namun setelah mengendus sana-sini, menggali para informan, polisi akhirnya menetapkan satu target nama. Dialah FR, perempuan cantik yang tinggal di JL PLN Gang Tridaya, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat.

Setelah cukup yakin FR memiliki vape getar, Rabu (2/9) Kasatresnarkoba AKP Anang Setyawan memimpin operasi penggerebekan. Rumah perempuan itu diobok-obok, lemari dibongkar, lipatan kursi diperiksa.

Tapi yang mereka temukan hanya 30 butir ekstasi. Walau ini tentu saja bukan temuan kecil, mengingat harga ekstasi yang lumayan tiinggi di pasaran, berkisar Rp700 ribu hingga Rp1 juta rupiah per butir, namun di mana vape getarnya?

Tidak menyerah, Tim Kobra terus mencari dan menginterogasi FR.

Akhirnya ditemukan satu buah tabung cairan rokok elektrik, isinya sudah hampir habis. Anang mengatakan kepada Jurnal Banua, FR mengaku kalau cairan dalam tabung (katrid) rokok elektrik tersebut berbeda dengan rokok elektrik yang dijual bebas di pasaran.

"Kalau dihisap, katanya, badannya lemas dan ngefly," ujar Anang.

Tidak salah lagi, Tim Kobra mengendus ada yang tidak beres dengan katrid rokok elektrik sekali pakai tersebut. Lewat FR, polisi kemudian menggali informasi lebih dalam. Beberapa nama muncul.

Minggu (13/9), polisi bergerak sekitar empat kilometer dari rumah FR, tepatnya ke rumah Tungau di JL Batu Benawa 4, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti. Di lokasi ini polisi berhasil menemukan 127 bungkus katrid rokok elektrik merek Wanglay dan Thugs.

Kemasan kedua merek katrid itu tampak ganjil, berbeda dengan kemasan rokok elektrik yang biasa dijual di toko. Wanglay berwarna hitam; ada tulisan berbahasa Mandarin "旺来" yang berarti kejayaan atau kemakmuran yang datang. Sementara kemasan putih selain ada tulisan Thugs, juga ada tulisan Korea "갱스터" yang berarti gangster.

Kobra terus mengejar Tungau dan FR, dari mana mereka mendapatkan katrid tanpa pita cukai tersebut. Keduanya menyebut satu nama: Iken. Namun, nama terakhir ini rupanya tidak tinggal di Tanah Bumbu, melainkan di provinsi tetangga, Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

Tanpa membuang waktu, usai membawa barang bukti dari Tungai, Tim Kobra langsung melaju dengan beberapa mobil menuju Paser. Enam perjalanan darat, dengan harapan akan mendapat tangkapan yang jauh lebih besar ini.

"127 sebebarnya sudah tangkapan paling besar di Kalimantan Selatan sejauh ini," ungkap Novi.

Kepada Jurnal Banua, Anang memastikan mereka telah bergerak cepat, mencegah pergerakan mereka bocor ke jaringan pengedar. 

"Waktu kami sampai ke rumahnya, Iken sedang tidur," beber Anang.

Tapi, setelah memeriksa setiap penjuru rumah, Tim Kobra tidak menemukan satu bungkus pun katrid rokok elektrik. Melainkan, tiga paket sabu seberat 271,01 gram dan puluhan butir ekstasi.

Pun begitu, setelah diinterogasi dan diperlihatkan beberapa bukti, Iken tidak bisa mengelak. Pria yang kata Anang baru setahun berada di Paser tersebut membenarkan, katride rokok Wanglay dan Thugs di Tanah Bumbu memang berasal darinya. Dari sinilah polisi mulai mendapat gambaran lebih jauh tentang jaringan peredaran vape getar itu.

"Sepertinya pengedar memang menargetkan Tanah Bumbu, untuk pekerja tetap yang berpenghasilan tinggi," kata Kapolres.

VAPE ZOMBIE


Apa sebenarnya isi kandungan katrid rokok elektrik tersebut?

Setelah mendapatkan Wanglay dan Thugs, Polres Tanah Bumbu segera mengirim sampelnya ke laboratorium di Banjarmasin. Hasilnya, cairan tersebut bukan narkoba stimulan seperti ekstasi atau sabu yang umum ditemukan di tempat dugem.

"Berisi cairan etomidate alias obat bius," beber Novi.

Temuan Jurnal Banua dalam beberapa artikel ilmiah, penggunaan etomidate dalam produk vape pertama kali terdokumentasi di China pada 2021. Laporan penggunaannya kemudian muncul di Hong Kong pada akhir 2023, sebelum fenomena serupa menyebar ke sejumlah wilayah Asia.

Penggunanya dapat mengalami gangguan kesadaran, hingga kehilangan kendali atas tubuh. Gambaran pengguna yang sempoyongan, tidak berdaya, atau seperti kehilangan kendali inilah yang kemudian melahirkan berbagai julukan, termasuk "Vape Zombi".

Di Indonesia, etomidate masuk dalam daftar Narkotika Golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 yang berlaku sejak 28 November 2025. Di Taiwan, etomidate lebih dahulu dimasukkan sebagai obat yang dikendalikan pada 2024.

Awalnya, etomidate diperkirakan diproduksi pengedar di pasar gelap untuk memanfaatkan celah hukum narkotika. Karena penggunanya tidak akan terdeteksi telah menggunakan narkoba, lewat tes urine seperti narkoba janis ekstasi atau sabu.

GAYA HIDUP, ATAU...


Hanya untuk merasakan sensasi fly seperti dibius, pemakai rupanya harus merogoh kocek dalam. Harga Rp5 juta untuk satu katrid setara dengan sekitar 134 persen UMK Kabupaten Tanah Bumbu 2026.

"Mereka menjualnya antara Rp5 sampai Rp 6 juta. Satu katrid itu, bisa dipakai hingga tiga sampai empat hari, kalau sendiri. Vape ini dijual langsung, komunikasinya lewat WA," beber Novi.

"Saat kami tanya, ya itu efeknya seperti hilang kesadaran. Ini, kan, mohon maaf, tidak seperti ineks yang membuat pemakainya goyang (hepi)," lanjut Anang menjelaskan hasil interogasinya dengan FR.

Kasatnarkoba yang mengenal berbagai dampak stimulan narkoba jenis lain yang sudah lama beredar membenarkan, penggunaan etomidate sepintas tidak lazim. Menurut dugaannya, salah satu faktor yang membuat zat ini diminati adalah gaya hidup, tercermin dari harganya yang mahal.

"Karena bentuknya sama dengan rokok elektrik, jadi orang di sekitarnya tidak curiga," jelasnya.

Menariknya, beberapa artikel ilmiah, Jurnal Banua menemukan etomidate justru membuat produksi kortisol berkurang. Sebagai gambaran, kortisol atau hormon kecemasan ini dapat meningkat drastis setelah pengguna narkoba memakai ekstasi atau meth. Fase camedown setelah mengggunakan narkoba jenis stimulan dapat membuat penggunanya gelisah, cemas dan sulit tidur.

Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD) mencatat, di Hong Kong, sebanyak 86 persen pengguna etomidate juga memakai meth. Pola pengguna yang sama juga ditemukan di Taiwan sebanyak 48 persen.

Lembaga ini juga menyebut, seorang perempuan Taiwan berusia 21 tahun, awalnya menggunakan satu katrid etomidate setiap tiga hari untuk membantunya tidur. Dalam waktu dua bulan, penggunaannya meningkat menjadi tiga hingga lima katrid per hari. ACMD juga 

"Kalau yang kudengar-dengar, pengguna memakai itu karena stress, banyak perempuan memakai," kata Agus, salah satu jurnalis di daerah.

Pernyataan wartawan ini nampaknya mengacu pada informasi penggunaan etomidate kalangan muda di daerah metropolitan yang jam kerjanya tinggi. Ingin segera melepaskan diri dari tekanan psikis yang sedang mereka rasakan. Namun separah apakah dunia kerja dan tekanan psikis di Tanah Bumbu?

"Mungkin coba-coba, kali, penasaran," tambah Agus.

Sehari setelah polisi membekuk Iken yang diduga bandar etomidate, Tim Kobra juga menggerebek sebuah rumah di Jalan Raya Kodeco, Desa Mekarsari, Kecamatan Simpang Empat.

Dalam perkara berbeda ini, polisi mengamankan dua tersangka, MI dan FI, serta menyita 20.155 butir obat yang mengandung carisoprodol.

Dari MI dan FI, polisi juga membawa satu mobil Fortuner.

"Ini adalah kasus yang berbeda," jelas Novi.

Polisi belum membeberkan lebih jauh temuan kedua ini. Namun, untuk jaringan etomidate, polisi menduga pasokannya berkaitan dengan Malaysia dan masuk ke Kalimantan Selatan melalui distribusi lintas daerah 

"Dugaan penyidik, yang katrid itu kemungkinan berasal dari Malaysia," kata Novi.

Anggota DPRD Tanah Bumbu Said Ismail Kholil Alaydrus yang hadir dalam jumpa pers di Polres Tanah Bumbu pun memberikan apresiasi kepada Tim Kobra yang melakukan gerak cepat, khususnya dalam menggagalkan peredaran vape zombie.

Dia mengatakan, peredaran narkoba merupakan ancaman bagi masa depan daerah ini.

"Kami dari legislatif sangat menyambut baik dan mengapresiasi kinerja jajaran Polres Tanah Bumbu. Ini langkah nyata melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkoba yang modusnya semakin beragam," ujar politikus Gerindra tersebut. (zal/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.