![]() |
| Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, M Isnaini. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN — Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di sekitar Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena kualitas udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang tetap menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, M Isnaini, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin segera mengambil langkah untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap.
Menurut Isnaini, pemerintah perlu merespons kondisi cuaca dan kualitas udara yang terjadi saat ini. Ia menilai sekolah tidak bisa mengabaikan potensi gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap.
“Kita menginginkan Disdik sebagai penyelenggara pendidikan juga peka terhadap kondisi tersebut. Kita berharap ada langkah yang bisa mencegah siswa terdampak penyakit, terutama ISPA,” ujar Isnaini. Rabu (19/8)
Selain itu, Isnaini mendorong Disdik Banjarmasin membuat regulasi atau aturan khusus untuk melindungi siswa selama kondisi kabut asap berlangsung.
Ia menyebut penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan sekolah. Dengan perlindungan tersebut, siswa tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar tanpa mengabaikan faktor kesehatan.
“Disdik harus membuat regulasi atau aturan agar siswa tetap bisa menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan perlindungan, misalnya menggunakan masker. Langkah itu penting untuk melindungi mereka dari dampak penyakit ISPA,” katanya.
Isnaini juga mengusulkan agar Disdik menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah di Kota Banjarmasin. Surat tersebut dapat mengatur penggunaan masker bagi siswa dan warga sekolah selama kualitas udara belum membaik.
Tak hanya mengatur penggunaan masker, Isnaini meminta pemerintah kota memastikan seluruh siswa dapat memperoleh perlindungan tersebut.
Ia menilai Disdik perlu memberikan masker secara cuma-cuma kepada siswa yang tidak mampu membelinya. Langkah itu, menurut dia, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.
“Bisa melalui surat edaran kepada seluruh sekolah yang ada di Kota Banjarmasin untuk penggunaan masker. Kalau ada siswa yang tidak mampu, Disdik bisa memberikan masker secara cuma-cuma,” ujar Isnaini.
Bagi Isnaini, perlindungan terhadap siswa harus menjadi perhatian pemerintah di tengah kabut asap yang mulai berdampak ke Banjarmasin. Sekolah tetap harus menjalankan kegiatan pendidikan, tetapi pemerintah juga perlu memastikan proses tersebut berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Politikus Gerindra ini berharap langkah cepat dapat dilakukan sebelum paparan kabut asap menimbulkan lebih banyak persoalan kesehatan di kalangan siswa.
Dengan kondisi udara yang belum ideal, penggunaan masker dan penerbitan aturan khusus di sekolah dinilai dapat menjadi langkah preventif. Pemerintah Kota Banjarmasin pun diharapkan hadir memastikan anak-anak tetap bisa belajar tanpa mengorbankan kesehatan mereka.(saa/jb)
