![]() |
| M Ridho Akabar menyerap aspirasi warga Kelurahan Belitung Utara. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNAL BANUA.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar, menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses atau penelaahan aspirasi di Gang Kalimantan I, RT 1 dan RT 2, Kelurahan Belitung Utara.
Dalam dialog yang berlangsung hangat bersama warga, dua persoalan menjadi perhatian utama. Warga mengeluhkan distribusi air PDAM yang tidak lancar pada pagi hingga siang hari serta meminta pemerintah memasang speed bumi atau polisi tidur untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan permukiman.
Ridho Akbar mengatakan, persoalan distribusi air bersih sudah lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, air hanya mengalir deras pada malam hari, sedangkan pada pagi hingga siang debitnya sangat kecil sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
"Jadi kita sudah melakukan reses di kawasan Belitung Utara, Gang Kalimantan I RT 1 dan RT 2. Tadi ada dua keluhan yang disampaikan warga," ujar Ridho.
Ia menjelaskan, keluhan pertama berkaitan dengan distribusi air PDAM yang belum stabil.
"Air PDAM di kawasan itu jalannya kecil saat pagi dan siang, sementara malam hari baru deras," katanya.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Ridho mengaku telah berkoordinasi dengan PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih agar persoalan itu segera mendapat perhatian.
"Jadi kita sudah koordinasikan dengan PTAM agar hal ini ditindaklanjuti. Kita berharap tahun ini bisa langsung dibenahi sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan air bersih," tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RT 1, Fauzi Rahman. Ia mengungkapkan, persoalan distribusi air telah berlangsung cukup lama. Bahkan, warga sudah melaporkannya kepada PTAM sejak tahun 2022, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang maksimal.
"Iya, kalau siang itu kecil, tapi kalau malam lancar," ujar Fauzi.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan melalui reses DPRD dapat mempercepat penanganan masalah tersebut.
"Sudah sering terjadi sejak lama. Padahal kita sudah melaporkan ini ke PTAM sejak tahun 2022," ungkapnya.
Selain persoalan air bersih, warga juga meminta pemerintah memasang speed bump atau polisi tidur di ruas jalan Gang Kalimantan I. Permintaan itu muncul karena banyak kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi sehingga dinilai membahayakan keselamatan warga.
Salah seorang warga, Hamzah, mengatakan jalan tersebut menjadi jalur tembus sehingga sering digunakan pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kita meminta adanya speed bump atau polisi tidur," katanya.
Menurut Hamzah, keberadaan polisi tidur sangat diperlukan agar pengendara mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan permukiman.
"Kami terganggu dan resah karena warga yang lewat banyak yang ngebut. Di sini kan jalan tembus, jadi cukup membahayakan, apalagi bagi anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar jalan," tuturnya.
Menutup kegiatan reses, Ridho Akbar memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan terus dikawal. Ia berkomitmen meneruskan setiap usulan kepada instansi terkait agar segera direalisasikan, sehingga pelayanan publik semakin baik dan keselamatan warga di lingkungan permukiman dapat lebih terjamin.(saa/jb)
