![]() |
| Ketua DPC PKB Banjarmasin Deddy Sophian didampingi Sekretaris DPC PKB Banjarmasin Zainal Hakim. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Semangat membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai terasa dalam rapat penyusunan kepengurusan yang digelar DPW PKB Kalimantan Selatan bersama seluruh DPC se-Kalsel.
Bagi DPC PKB Kota Banjarmasin, forum tersebut bukan sekadar membahas struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum menyusun strategi menuju target besar pada Pemilu mendatang.
Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin, Deddy Sophian, menegaskan bahwa arahan DPP PKB sangat jelas. Struktur kepengurusan yang disusun harus mampu merepresentasikan seluruh daerah pemilihan dan kecamatan di Kota Banjarmasin.
"Hari ini kami rapat bersama DPW dan seluruh ketua serta KSB DPC dari 13 kabupaten/kota. DPP mengarahkan agar dalam penyusunan struktur kepengurusan nanti tergambar jelas keterwakilan dari masing-masing dapil dan kecamatan," ujar Deddy.
Ia menjelaskan, PKB juga didorong untuk merangkul berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan akan diajak bergabung untuk memperkuat basis dukungan partai.
"Kami diharapkan merangkul tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh organisasi. Targetnya tentu untuk menambah perolehan suara PKB sekaligus meningkatkan jumlah kursi DPRD Kota Banjarmasin," katanya.
Saat ini PKB memiliki lima kursi di DPRD Kota Banjarmasin. Namun pada pemilu mendatang, partai tersebut memasang target yang jauh lebih tinggi.
"Sekarang PKB memiliki lima kursi. Target dari DPP bersama DPW adalah delapan kursi. Jadi ada tambahan tiga kursi yang harus kami perjuangkan," tegasnya.
Deddy memaparkan peta target perolehan kursi yang telah disusun partai. PKB menargetkan masing-masing dua kursi di Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara, dan Banjarmasin Selatan. Sementara Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Tengah ditargetkan masing-masing satu kursi.
"Yang tiga kecamatan itu targetnya dua kursi. Sedangkan Banjarmasin Timur satu kursi dan Banjarmasin Tengah satu kursi. Dengan target delapan kursi itu, insyaallah PKB bisa menjadi pemenang," ujarnya optimistis.
Selain memperkuat basis elektoral, PKB juga memberi perhatian besar terhadap keterwakilan perempuan. Menurut Deddy, komposisi kepengurusan yang sedang disusun sudah mencerminkan keterwakilan perempuan di atas ketentuan minimal.
"Keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan DPC Kota Banjarmasin sudah mencapai sekitar 34 persen. Artinya kami sudah melampaui syarat minimal 30 persen," jelasnya.
Ia berharap keterwakilan tersebut juga berdampak pada perolehan kursi legislatif perempuan di DPRD Kota Banjarmasin.
"Dalam pencalonan nanti, setiap tiga calon akan ada satu perempuan. Harapan kami, dari target delapan kursi itu setidaknya tiga bisa diisi oleh anggota dewan perempuan," katanya.
Deddy menegaskan, PKB membuka ruang selebar-lebarnya bagi tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan, maupun tokoh organisasi yang ingin bergabung dan berkontribusi membesarkan partai.
"Kalau mereka masuk ke struktur kepengurusan tentu akan kami calonkan. Tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi yang bergabung akan kami kolaborasikan untuk kebesaran PKB," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, mengatakan bahwa seluruh DPC mendapat arahan langsung dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, untuk segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi kepengurusan.
"Berdasarkan arahan Ketua Umum DPP PKB, seluruh DPC harus benar-benar menyiapkan kelengkapan administrasi. Selain itu, ada syarat keterwakilan perempuan, keterwakilan dapil, dan keterwakilan berbagai komunitas yang harus dihimpun sebagai simbol kekuatan PKB," jelas Zainal.
Ia menegaskan bahwa setiap figur yang ingin masuk dalam kepengurusan partai wajib memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKB.
"Siapa pun yang ingin masuk ke dalam kepengurusan PKB wajib ber-KTA PKB. Itu menjadi salah satu syarat yang ditetapkan DPP," katanya.
Di sisi lain, PKB Banjarmasin juga tengah melakukan regenerasi besar-besaran di tingkat bawah. Penataan struktur dilakukan mulai dari Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting hingga anak ranting dengan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda.
"Sebelum masuk ke tahapan formatur DPC, kami sudah melakukan penataan di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. Kami mendorong agar struktur di tingkat tersebut diisi oleh anak-anak muda dengan usia maksimal 35 tahun," ujar Zainal.
Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan. Pengurus yang usianya telah melewati batas usia tertentu dipromosikan ke jenjang organisasi yang lebih tinggi.
"Pengkaderan harus berjalan. Pengurus anak ranting yang usianya di atas 35 tahun kami naikkan ke ranting. Yang di ranting kami naikkan ke PAC. Dengan begitu regenerasi tetap berlangsung dan organisasi semakin kuat," pungkasnya.(saa/jb)
