![]() |
| Kegiatan Pengukuhan Haris Munandar sebagai Kepala KPwBI Kalsel. (FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, resmi mengukuhkan Haris Munandar sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dalam Upacara Pengukuhan yang berlangsung di Aula Pangeran Antasari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/6).
Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah se-Kalimantan Selatan, pimpinan kementerian dan lembaga, perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta insan media.
Pengukuhan ini menandai peralihan kepemimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dari Fadjar Majardi kepada Haris Munandar. Melalui pergantian tersebut, Bank Indonesia memastikan keberlanjutan pelaksanaan tugas dan memperkuat kontribusinya dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ricky P. Gozali menegaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan dukungan di daerah melalui pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, akselerasi ekonomi dan keuangan digital, penyediaan uang rupiah yang berkualitas, serta penguatan tata kelola dan kesinambungan kepemimpinan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bank Indonesia juga memaparkan capaian ekonomi Kalimantan Selatan yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 5,67 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan bahwa inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 4,22 persen secara tahunan perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi dalam menjaga keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta meningkatkan efektivitas komunikasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi kelembagaan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Muhidin berharap kolaborasi yang telah terjalin selama ini semakin kuat, khususnya dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan, penguatan ekonomi dan keuangan syariah, serta peningkatan sinergi lintas lembaga.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyampaikan penghargaan kepada Fadjar Majardi atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan periode 2024–2026.
Melalui pengukuhan Haris Munandar, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi ekonomi dan keuangan, mengembangkan ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.(saa/jb)
