![]() |
| Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri memberikan keterangan usai melaksanakan reses di Komplek PWI. (FOTO:JURNALBANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Bagi warga Komplek PWI, Sungai Andai, banjir bukan lagi peristiwa yang mengejutkan. Hampir setiap musim hujan, genangan air datang dan bertahan lebih lama. Jalanan berubah menjadi kubangan, sementara warga harus bersabar menunggu air surut.
Kondisi itulah yang kembali mencuat saat Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri menggelar kegiatan Penelaahan dan Aspirasi Masyarakat di Jalan Sungai Andai Komplek PWI, Rabu (15/7).
Satu per satu warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari banjir, drainase yang tidak berfungsi maksimal, hingga layanan kesehatan dan penataan kabel listrik.
Bagi Rikval, persoalan banjir di kawasan tersebut tidak bisa dipandang sebagai masalah musiman semata. Ia menilai akar persoalan terletak pada sistem drainase yang belum mampu mengalirkan air dengan baik.
"Daerah sini memang daerah banjir. Setiap tahun air selalu datang. Persoalannya, saat air naik, alirannya tidak lancar untuk kembali sehingga genangannya bertahan lebih lama," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara menyeluruh. Peninggian badan jalan memang diperlukan, tetapi langkah itu harus diikuti dengan pembenahan drainase agar air memiliki jalur untuk mengalir.
"Selain membenahi infrastruktur jalan, kita juga harus memastikan drainasenya tidak tersumbat. Itu yang banyak dikeluhkan warga hari ini," katanya.
Ia juga mengingatkan agar setiap proyek pembangunan mempertimbangkan kondisi rumah warga. Jangan sampai jalan menjadi lebih tinggi, sementara rumah-rumah di sekitarnya justru berada di posisi lebih rendah dan semakin rentan tergenang.
"Kalau jalan ditinggikan, jangan sampai posisi rumah warga menjadi lebih rendah. Kondisi seperti itu tentu bisa menimbulkan penolakan karena rumah justru berpotensi lebih mudah tergenang," jelasnya.
Karena itu, Rikval mendorong pemerintah merancang penanganan banjir secara matang dan menyeluruh. Jika diperlukan, pembangunan gorong-gorong harus menjadi bagian dari solusi agar aliran air kembali lancar.
"Semuanya harus direncanakan dengan baik. Kalau memang diperlukan gorong-gorong, ya harus dibuat gorong-gorong agar aliran air berjalan dengan lancar," tegasnya.
Selain banjir, warga juga menyampaikan aspirasi lain yang tak kalah penting. Mereka berharap pelayanan BPJS Kesehatan semakin mudah diakses, pelayanan di Puskesmas terus ditingkatkan, serta penataan kabel listrik yang semrawut segera mendapat perhatian. Seluruh masukan tersebut, kata Rikval, akan diperjuangkan melalui DPRD bersama pemerintah daerah.
Menutup dialog, Rikval mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca panas yang belakangan melanda Banjarmasin. Ia mengimbau warga menjaga lingkungan sekitar agar terhindar dari potensi kebakaran.
"Kami mengimbau warga menjaga kondisi lingkungan rumah. Jika memungkinkan, siram halaman rumah agar suhu di sekitar tetap lebih sejuk. Jangan membakar sampah atau rumput sembarangan. Kalau memang harus membakar, pastikan lokasinya benar-benar aman," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar puntung rokok tidak dibuang sembarangan karena dapat memicu kebakaran.
Di balik beragam aspirasi yang disampaikan, warga Sungai Andai sesungguhnya hanya menginginkan satu hal: lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari banjir yang selama ini menjadi langganan setiap musim hujan.(saa/jb)
