![]() |
| Junalis dan Pepelingasih Batola menggelar aksi tanam pohon. (FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, MARABAHAN - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, DPC Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kabupaten Barito Kuala menggelar aksi penanaman pohon di Jejangkit Ecopark di Desa Jejangkit Muara, Minggu (26/04/2026).
Di tengah semangat memperingati Hari Bumi, puluhan relawan berkumpul membawa satu tujuan yang sama: menanam harapan melalui aksi penghijauan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh DPC Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kabupaten Barito Kuala, yang berkolaborasi dengan Komunitas Jurnalis Batola serta Relawan Rumah Zakat Kalimantan Selatan. Tidak sekadar seremoni, aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan yang mulai terabaikan.
Sejak pagi, para peserta terlihat antusias. Dengan membawa bibit dan peralatan sederhana, mereka menyusuri area Jejangkit Ecopark yang sebagian tampak kurang terawat. Tanah digali, bibit ditanam, dan harapan pun disematkan pada setiap lubang yang tertutup kembali.
Ketua Umum Pepelingasih Batola, Bawaihi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran bersama.
“Tidak hanya menanam pohon, kami juga melakukan clean up di lokasi Jejangkit Ecopark. Ini bentuk kepedulian agar tempat ini kembali bersih, nyaman, dan layak dikunjungi,” ujarnya.
Sebanyak 50 bibit pohon berhasil ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenisnya beragam, mulai dari durian, pinang, hingga tanaman lainnya yang dinilai cocok dengan kondisi lahan setempat. Bibit-bibit ini merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Kuala.
Lebih dari sekadar penghijauan, pemilihan lokasi Jejangkit Ecopark memiliki makna tersendiri. Kawasan yang dulunya sempat menjadi destinasi favorit warga itu kini mulai sepi dan terkesan terbengkalai.
“Dulu tempat ini ramai, banyak orang datang. Sekarang mulai sepi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali Jejangkit Ecopark dan menarik perhatian masyarakat untuk datang lagi,” jelas Bawaihi.
Partisipasi Komunitas Jurnalis Batola dalam kegiatan ini juga menjadi warna tersendiri. Tidak hanya meliput, mereka turut terjun langsung menanam pohon dan membersihkan area.
Salah satu anggotanya, Bastian, mengaku sangat antusias bisa ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. Baginya, kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang yang nyata.
“Penanaman pohon di tempat ini sangat berguna. Selain bisa menjadi tempat berteduh, ke depan pohon-pohon ini diharapkan mampu membantu mengurangi banjir. Kalau sampai berbuah, tentu akan menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Jejangkit Muara, Syamsul Bahri. Ia menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian para relawan terhadap desanya.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga pohon yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan memberi manfaat, terutama dalam membantu mengurangi banjir yang sering terjadi di wilayah ini,” tuturnya.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari menanam satu pohon, membersihkan satu lokasi, hingga mengajak satu komunitas untuk peduli—semua bisa menjadi awal perubahan.
Di Jejangkit Ecopark, hari itu, bukan hanya pohon yang ditanam. Ada harapan yang tumbuh, ada kepedulian yang dirawat, dan ada keyakinan bahwa lingkungan yang lebih baik bisa diwujudkan bersama.(saa/ibr/jb)
