![]() |
| Ahmad Fauzi saat memberikan keterangan.(FOTO:JB) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN — Suasana seleksi calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kalimantan Selatan semakin menghangat. Setelah melewati tahap awal yang menilai sisi psikologis, kini para kandidat memasuki fase penentuan, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap II.
Di tahap ini, para calon tidak lagi sekadar dinilai di atas kertas. Mereka harus berhadapan langsung dengan elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Wawancara mendalam menjadi pintu untuk menguji sejauh mana pemahaman, loyalitas, hingga visi mereka dalam membesarkan partai di daerah.
Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hilyah Aulia, menegaskan bahwa UKK tahap II merupakan lanjutan dari proses panjang yang dirancang berlapis. Sebelumnya, DPW menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk menguji aspek psikologis para kandidat.
Kini, kata dia, DPP PKB mengambil alih peran utama. Para pengurus pusat turun langsung untuk mewawancarai seluruh calon Ketua DPC.
“Di tahap ini, kami menguji pengetahuan tentang PKB, ideologi, serta komitmen para calon dalam membesarkan dan memenangkan PKB di kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan,” ujar Hilyah.
Ia menekankan, proses ini sengaja dinaikkan levelnya. Penguji harus berasal dari DPP agar penilaian berjalan objektif dan memiliki standar nasional. Para kandidat pun dituntut menunjukkan kesiapan memimpin, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga selaras dengan arah besar partai.
Setelah seluruh rangkaian UKK selesai, proses tidak berhenti di sana. Hasil penilaian langsung dikunci rapat dan dibawa ke Jakarta oleh tim DPP. Tidak ada celah intervensi di tengah jalan.
“Berkas akan dibawa ke DPP dan dibahas dalam rapat pleno tim lima. Di situlah nanti diputuskan siapa yang layak menjadi Ketua DPC,” jelasnya.
![]() |
| Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hilyah Aulia memberikan sambutan dalam kegiatan UKK Tahap II. (FOTO:JB) |
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Banten, Ahmad Fauzi, yang turut hadir, menggambarkan proses penjaringan ini sebagai upaya serius partai dalam membangun struktur yang kuat dan objektif.
Ia mengungkapkan, sejak awal DPP telah melakukan pemetaan potensi kader di Kalimantan Selatan. Dari pemetaan tersebut, nama-nama calon Ketua DPC muncul melalui Musyawarah Cabang (Muscab).
“Jumlah calon bisa bervariasi, tergantung hasil pemetaan. Setelah itu, mereka mengikuti UKK tahap satu dengan asesmen psikologis, lalu hari ini masuk tahap kedua untuk menguji kemampuan manajerial,” jelasnya.
Di tahap kedua ini, DPP tidak hanya menilai kemampuan teknis. Mereka juga mengukur optimisme, kepemimpinan, serta daya dorong kandidat dalam memenangkan PKB di masa depan.
“Kami ingin mendapatkan ketua DPC yang benar-benar punya kapasitas, visi kuat, dan mampu membawa PKB menang di Kalimantan Selatan,” tegas Ahmad Fauzi.
Ia menambahkan, keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum PKB setelah menerima laporan dari tim DPP. Berbagai indikator akan menjadi bahan pertimbangan sebelum nama-nama terpilih diumumkan.
Lebih jauh, Ahmad Fauzi berharap para ketua DPC terpilih nantinya tidak berhenti pada proses seleksi semata. Mereka harus terus meningkatkan kemampuan manajerial, memperkuat struktur hingga tingkat TPS, serta aktif membangun konsolidasi dan kolaborasi.
Menurutnya, PKB harus hadir sebagai partai yang melayani, bukan sekadar muncul saat momentum pemilu.
“Partai harus hadir setiap hari, peduli, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Itu kunci utama membesarkan PKB,” pungkasnya.
Di tengah proses yang ketat dan berlapis ini, satu hal menjadi jelas, PKB tidak hanya mencari pemimpin, tetapi juga menyiapkan motor penggerak yang mampu membawa partai semakin dekat dengan masyarakat Kalimantan Selatan.(saa/jb)

