Dari Reses ke Aksi, Deddy Sophian Perjuangkan Ratusan Bedah Rumah untuk Warga

Deddy Sophian bersama warga Kuin Selatan. (FOTO:JB)


JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN - Anggota DPRD Banjarmasin, Deddy Sophian, menyerap aspirasi warga Kelurahan Kuin Selatan dengan fokus pada program bedah rumah yang ia jalankan bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Deddy menjelaskan, program tersebut mengikuti kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan, Haji Muhidin, yang menargetkan perbaikan rumah warga pada bagian lantai, atap, dan dinding agar masyarakat bisa menempati hunian yang lebih layak.

Ia menegaskan, program bedah rumah ini memiliki persyaratan khusus, namun lebih ringan dibandingkan dengan ketentuan dari Dinas Sosial. Selain itu, jumlah bantuan yang dialokasikan juga cukup besar.

“Pada tahun sebelumnya, kami berhasil mendapatkan lebih dari 100 unit bedah rumah untuk Kecamatan Banjarmasin Barat,” ujar Deddy.

Untuk tahun 2026, Deddy bersama tim telah mengusulkan sekitar 300 unit bedah rumah. Ia menyampaikan bahwa usulan tersebut akan dibahas dalam Musrenbang tingkat provinsi pada 7 April mendatang.

“Kami berharap minimal 90 persen dari usulan tersebut bisa terealisasi, sehingga masyarakat yang rumahnya belum layak bisa segera mendapatkan perbaikan,” jelasnya.

Deddy menambahkan, seluruh usulan 300 unit tersebut berasal dari Kecamatan Banjarmasin Barat. Secara keseluruhan, kebutuhan bedah rumah di Kota Banjarmasin diperkirakan mencapai sekitar 500 unit.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Banjarmasin Barat selama ini cenderung mendapatkan alokasi lebih besar dibandingkan kecamatan lain, berkat komunikasi yang intens dengan pemerintah provinsi.

“Tahun lalu kami mendapatkan 132 unit bedah rumah, sementara kecamatan lain rata-rata di bawah 50 unit,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, yang turut mendampingi kegiatan reses tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya aktif mensosialisasikan program bedah rumah kepada masyarakat.

Suripno menjelaskan bahwa program ini sudah mulai berjalan sejak 2025 dan berlanjut pada 2026 dengan proses usulan yang telah masuk ke tahap perencanaan.

“Kami telah mengusulkan sekitar 300 unit untuk 2026 dan menargetkan minimal 250 unit bisa terealisasi di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program bedah rumah ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor perumahan.

Namun, jika pemerintah pusat fokus pada pembangunan rumah baru dengan skema cicilan ringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memilih pendekatan melalui renovasi rumah tidak layak huni.

Suripno juga menyebutkan bahwa nilai bantuan per unit pada 2025 sebesar Rp20 juta, dan pihak DPRD berencana mengusulkan kenaikan menjadi Rp25 juta per unit pada 2026.
Dengan peningkatan anggaran tersebut, ia berharap kualitas perbaikan rumah masyarakat bisa semakin baik dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.(saa/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.