Jalan Lingkar Pulau Laut Rusak Parah, Ria Bermalam di Hutan Terjebak Lumpur

Kondisi jalan lingkar Pulau Laut ruas Berangas - Labuan Mas. Terlihat Ria, yang sempat bermalam semalam karena taksi yang ditumpanginya terjebak lumpur
JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Warga Pesisir di bagian selatan Pulau Laut mengeluhkan jalan lingkar Pulau Laut rusak parah, dan sering banjir saat hujan deras turun.

Jalan lingkar itu merupakan jalan penghubung antar kecamatan Pulau Laut Timur, dan Pulau Laut Selatan.

Jalur ini merupakan akses satu-satunya dilewati warga yang bepergian ke pusat Kotabaru.

Namun untuk saat ini, warga lebih memilih melewati akses jalan perusahan perkebunan kelapa sawit daripada lewat di jalur jalan lingkar pulau laut yang berkubang lumpur.

Beberapa titik di jalan lingkar Berangas - Tanjung Seloka sudah tidak bisa dilalui, mengingat beberapa jembatan gelondongan kayu sudah putus dan sebagian besar bahu jalan tertutup semak-semak dan runtuhan ranting kayu.

Jurnal Banua berkesempatan menjajal jalan itu, Rabu (20/7/2022).

Di tengah perjalan, terlihat seorang perempuan paruh baya yang lagi terjebak banjir dari pusat Kotabaru menuju Desa Labuan Mas Kecamatan Pulau Laut Selatan.

Namanya Ria.

Dia berangkat sekitar 13.30 Wita, Selasa (19/7/2022) dari Kotabaru.

Karena terjebak banjir, terpaksa bermalam satu malam di tengah hutan untuk menunggu air surut agar bisa lewat di jalan yang terendam banjir.

Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengatakan dirinya mengkhawatirkan anaknya yang masih kecil ditinggalkannya seharian di rumah.

"Ini sudah sering terjadi, dulu saat musim panas dan jalannya masih bagus, perjalan menuju pusat Kotabaru paling memakan waktu kurang lebih dua sampai tiga jam," kata sopir taksi yang ditumpanginya, Asri.

Namun untuk saat ini, bagi warga yang melewati jalan lingkar pulau laut, harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk berjuang melewati jalan yang penuh dengan kubangan lumpur.

"Sekarang, lebih banyak waktu habis ditengah jalan daripada waktu kita belanja di pusat kota. Saat ini, kita menghabiskan waktu perjalan empat sampai lima jam, dan bahkan bisa sampai seharian amblas," pungkasnya.

Ia berharap, pemerintah bisa melihat penderitaan masyarakat yang melawan jalan yang berlumpur. 

"Kami berharap kepada pemerintah daerah, agar bisa membantu kami memperbaiki jalan yang setiap hari digunakan masyarakat. Kami juga warga Kotabaru yang perlu mendapat perhatian pemerintah," tuturnya. (her/shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar