Sembilan Hari di TMMD Kotabaru, Kapten Rusman Alami Perasaan Menggetarkan Bersama Rakyat - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sembilan Hari di TMMD Kotabaru, Kapten Rusman Alami Perasaan Menggetarkan Bersama Rakyat

Sembilan Hari di TMMD Kotabaru, Kapten Rusman Alami Perasaan Menggetarkan Bersama Rakyat


TNI berasal dari rakyat. Dan akan kembali ke rakyat.


JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Kapten Arh Rusman, satu dari 114 pasukan yang diterjunkan ke Desa Subur Makmur. Sekitar 100 kilometer dari pusat kota.

Mereka sudah di Subur Makmur sejak 11 Juli tadi.

Membangun jalan tembus ke Desa Sumber Sari sepanjang 1,7 kilometer. Membedah beberapa rumah warga yang tidak layak huni.

Membangun sarana MCK. Merehab musala di desa. Sampai ikut ke ladang bersama warga.

Jumat (19/7/19) sore tadi, Rusman bersama beberapa rekannya memutuskan ikut ke ladang Masron.

Ladang kecil itu sudah bersih. Beberapa petak telah digemburkan tanahnya. Rencananya, Masron mau menanam kacang tanah.

Rusman berasal dari Madura. Ayahnya juga TNI AD. Dia sering melihat tanaman kacang, tidak sepenuhnya menguasai seluk-beluk budidayanya.

"Jadi apa yang harus saya kerjakan Pak," tanya Rusman kepada Masron.

Sama dengan mayoritas warga desa. Masron senang dengan kehadiran para tentara itu. Desa jadi ramai. Pekerjaan penduduk jadi ringan.

Masron melihat sendiri. Apa saja dikerjakan oleh pasukan itu di desa. Ringan tangan. Dispilin.

Satu perintah dari atasan. Siap. Semua pasukan yang diminta langsung bekerja tanpa ba bi bu.

Masron ingat, pagi hari sebelum salat Jumat. Bocah-bocah menjerit gembira. Ketika para tentara menebang bambu. Membuat mainan tradisional egrang.

Tentara membuatkan mainan egrang anak-anak di Desa Subur Makmur

Hari sebelumnya, tentara membuatkan sarana olahraga futsal buat anak remaja di sana. Diam-diam Masron dan warga lainnya berharap, ratusan tentara itu lebih lama lagi melaksanakan program TMMD 105 di desa mereka.

Mendengar pinta Rusman, Masron pun menjelaskan. Paling pertama adalah memilih bibit kacang yang baik. Jika kacang rusak, misalnya bolong, itu dibuang saja.

"Banyak saya belajar dari Pak Masron. Kacang tanah itu bagus ditanam di pekarangan. Bisa mengurangi pengeluaran dapur. Gizinya juga tinggi," kata Rusman kepada Jurnal Banua.

Kapten Arh Rusman (depan) menanam kacang di ladang Masron di Desa Subur Makmur dalam rangka giat TMMD 105

Rusman menanam beberapa petak kacang tanah. Menyiramnya. Tidak terasa. Gotong royong memang ampuh meringankan pekerjaan.

Sudah sembilan hari Rusman berada di sana. "Selama di sini saya merasa, bahwa TNI dan rakyat memang satu kesatuan. Mereka semua ramah, menyambut kami sedemikian," katanya.

Kapten Arh Rusma dan rekan-rekannya juga menyempatkan diri ikut menyadap karet

Lanjutnya, TNI itu berasal dari rakyat. Dan akan kembali ke rakyat.

Terpisah, Dandim 1004 Kotabaru Letkol Inf Rony Fitriyanto berharap giat TMMD ke 105 berjalan dengan lancar. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak.

"Harapannya sinergitas TNI, rakyat, dan pemerintah semakin kuat. Semua elemen, lintas sektoral. Sehingga pembangunan di daerah semakin meningkat," imbaunya. (JB)
Space Iklan

Tags

Posting Komentar