Bersuara Merdu, Tarawih di Al Falah Tanbu Malam ini Diimami Pemegang Sanad Qiraat Asyrah

SANAD: Syekh Muhammad Salim Amir (kiri) akan imami tarawih di Masjid Agung Al Falah Tanah Bumbu
JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Di 10 terakhir Ramadan, warga Tanah Bumbu berkesempatan menjalankan ibadah tarawih bersama Imam Masjid Al Azhar Kairo, Syekh Muhammad Salim Amir.

Beliau akan menjadi imam tarawih di Masjid Agung Al Falah, malam ini, Senin 1 April 2024. Masjid yang dibangun konglomerat asal Banua, Haji Sam.

"Beliau adalah pemegang sanad qira'at asyrah sughra dan kubra," ujar Koordinator Tasaruf Asfa Kalsel, H Sudian Noor.

Mantan bupati Tanah Bumbu yang terpilih mewakili rakyat Dapil II Kalsel di Senayan ini mengimbau, khususnya umat muslim di Tanah Bumbu agar meningkatkan ibadah kepada Tuhan.

Mengingat 10 terakhir Ramadan, merupakan hari-hari yang sangat dinanti. Satu di antara 10 malam inilah lailatul qadar turun ke bumi.

Syaikh Muhammad Salim Amir Al Hafidz sendiri merupakan salah seorang Syaikh yang ditugaskan Al Azhar Kairo Mesir sejak tahun 2022. Untuk menjadi Mab'uts Da'i Al Azhar Asy Syarief Kairo Mesir di Indonesia.

Beliau juga pemegang Sanad Qiraat Asyrah, Qori dan Imam Masjid Jami’ Al Azhar Kairo juga kari di persatuan stasiun televisi dan radio Mesir.

Sekadar diketahui Masjid Agung Al Falah di Tanah Bumbu, berlokasi di JL Kodeko.

Masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang sudah menjadi objek wisata rohani di Kalimantan Selatan.

Lailatul qadar merupakan malam turunnya Al-Quran dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah. “Dari Aisyah Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain malam tersebut.” (HR. Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan semangat umat Islam beribadah di sepuluh terakhir malam Ramadan. Rasulullah memaksimalkan ketaatannya dalam memanfaatkan waktu di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, beritikaf, dan mengajak orang-orang di sekitarnya.

Selain hadis tersebut, juga diriwayatkan dari Hadis Al-Bukhari dan Imam Muslim yang berbunyi: “Dahulu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam apabila telah masuk 10 hari terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksud dari mengencangkan ikat pinggangnya adalah bersungguh-sungguh beribadah dengan menjauhi istri-istrinya untuk tidak berhubungan badan selama sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
(zal/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar