JURNALBANUA.COM, BALANGAN - Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi ruang refleksi penting bagi segenap lapisan masyarakat di Kabupaten Balangan. Usai menunaikan ibadah Salat Id berjamaah di Masjid Al-Akbar Rabu (27/5/2026), Paringin Selatan, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi hari raya kurban tersebut. Ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan momen sakral ini sebagai titik tolak dalam mempererat tali persaudaraan melalui aksi nyata peduli sesama.
Dalam penyampaiannya di hadapan jamaah yang
memadati masjid sejak pagi hari, Akhmad Fauzi menekankan bahwa teladan
keikhlasan serta ketakwaan tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS
dan Nabi Ismail AS harus menjadi kompas moral dalam kehidupan modern.
Menurutnya, kepatuhan mutlak atas perintah Sang Pencipta tidak hanya berhenti
pada ritual ibadah semata, melainkan harus bertransformasi menjadi sikap yang
peka terhadap kondisi sosial sekitar.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa esensi
kurban yang sejati terletak pada kerelaan untuk mengikis ego pribadi demi
kemaslahatan bersama. Wabup Balangan berharap agar semangat rela berbagi ini
tidak memudar seiring berlalunya hari raya, melainkan tetap tertanam erat dalam
interaksi sosial sehari-hari. Saling tolong-menolong antarwarga dinilai menjadi
fondasi utama dalam menciptakan harmoni dan ketenteraman di wilayah Bumi
Sanggam.
Secara khusus, Akhmad Fauzi juga memberikan
imbauan kepada para pekurban yang mendistribusikan daging hewan kurban pada
tahun ini. Beliau meminta agar proses penyaluran dilakukan secara tepat
sasaran, dengan memprioritaskan kaum fakir miskin, kaum duafa, serta para
tetangga terdekat. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan bahwa
kebahagiaan dan berkah hari raya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh
lapisan elemen masyarakat, tanpa terkecuali.
Di samping pesan keagamaan dan sosial, Wakil
Bupati Balangan juga menyoroti tantangan nyata terkait dinamika perekonomian
global yang mulai berdampak pada sektor-sektor domestik. Sebagai langkah
antisipatif, ia menyerukan gerakan kolektif untuk memperkuat ketahanan ekonomi
daerah. Warga diimbau untuk lebih aktif dan peduli dalam menopang roda ekonomi
kemasyarakatan yang berbasis pada kekuatan lokal.
Aksi nyata yang disarankan oleh Wabup adalah
dengan menggalakkan empati melalui perilaku konsumsi harian, yakni mengutamakan
berbelanja di sektor UMKM serta warung-warung pedagang lokal di Balangan.
Konsep saling membeli dan saling menghidupi ini diyakini menjadi tameng yang
efektif agar ekosistem ekonomi daerah tetap kokoh dan berdaya saing di tengah
ketidakpastian situasi ekonomi global saat ini.
