![]() |
| Reses di Kelurahan Alalak Utara. (FOTO:JB) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN - Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, M Isnaini, menyerap aspirasi warga saat menggelar reses di Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara di Kelurahan Alalak Utara, Jumat (3/4).
Dalam kegiatan itu, ia langsung menyoroti persoalan kabel yang semrawut di Kota Banjarmasin.
Isnaini menegaskan akan segera menyampaikan kepada Dinas Kominfo. Ia mendorong dinas terkait untuk membangun saluran kabel bawah tanah guna menata jaringan yang selama ini terlihat tidak rapi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi kabel yang semrawut bahkan telah menjadi perhatian nasional. Presiden sebelumnya juga menegur kondisi itu karena dinilai mengganggu estetika kota.
“Ke depan, kami akan meminta Dinas Kominfo membuat saluran kabel yang ditanam di bawah tanah. Penataan ini harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah pusat kota, kemudian dilanjutkan ke daerah pinggiran,” ujar Isnaini.
Ia menilai penataan kabel tidak hanya memperbaiki keindahan kota, tetapi juga meningkatkan keamanan masyarakat. Kabel yang menjuntai dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama jika bersinggungan dengan jaringan listrik.
Selain itu, Isnaini juga mendorong pemerintah kota untuk memperkuat regulasi. Ia mengusulkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penataan kabel, termasuk kewajiban penyedia layanan untuk menggunakan jaringan fiber optik bawah tanah.
“Kalau regulasinya belum maksimal, kita bisa dorong pembentukan Perda agar penataan kabel ini berjalan lebih terarah,” tegasnya.
Sementara itu, warga RT 27 HKSN, Kelurahan Alalak Utara, Septa, mengeluhkan kondisi kabel fiber optik yang semakin semrawut. Ia menilai pemasangan kabel dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga.
“Kabel-kabel sekarang sangat semrawut, banyak yang terjuntai ke bawah dan mengganggu rumah warga,” ujarnya.
Septa berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menata kabel-kabel tersebut agar lebih rapi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus memperbaiki tampilan kota.
“Harapan kami, kabel-kabel ini bisa ditata rapi agar tidak membahayakan dan tidak merusak pemandangan,” pungkasnya.(saa/jb)
