Atas Nama Cinta, Das'ad Latif Akan Resmikan Masjid Berasitektur Indah: Hj Sitti Mang

INDAH: Masjid Hj Sitti Mang di Lingkar Barat, Tamanlarea, Makassar akan diresmikan Ustadz Das'ad Latif pada Kamis 28 Desember 2023
JURNALBANUA.COM, MAKASSAR - Kecintaanya kepada sang ibu dan perhatiannya terhadap perkembangan dakwah di tanah air mengantar langkah kaki dai kondang Ustadz Das'ad Latif kepada salah satu momentum bersejarah dalam hidupnya: peresmian Masjid Hj Sitti Mang.

Masjid cantik yang dibangun di atas lahan seluas 2.144 meter persegi tersebut rencananya akan diresmikan, besok Kamis 28 Desember 2023. Berkelir putih, dihiasi kolam ikan koi dan memiliki gazebo Siti Aisyah, menambah khasanah keindahan arsitektur khas muslim di Kota Anging Mamiri tersebut.

Masjid tersebut merupakan masjid ketiga yang Das’ad Latif bangun. Sebelumnya, Dai yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini membangun masjid di Kompleks Graha Lestari tempat tinggalnya. Kemudian pada tanggal 21 Desember 2019 diresmikan Masjid Bani Abdullatif, yang berlokasi di Desa Bungi, Kabupaten Pinrang, kampung halamannya.

Pemilik nama lengkap Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D tersebut mengungkapkan bahwa Masjid Bani Abdullatif didirikan sebagai bentuk cinta Beliau kepada almarhum ayahnya. “Untuk penyejuk alam kubur almarhum Bapak saya,” ujar Ustaz Da’ad Latif yang baru saja milad pada 21 Desember lalu.

Sementara yang terbaru, Masjid Hj. Sitti Mang di Jalan Jalur Lingkar Barat No.22, Tamalanrea, Kota Makassar merupakan masjid yang didirikan Ustad Das’ad Latif untuk membahagiakan sang ibunda. Masjid tersbut dibangun di atas tanah berukuran 2.144 meter persegi.


“Di Masjid ini ada markas kader ulama. Saya didedikasikan untuk pengkaderan mubalig muda, sehingga lahir penerus dakwah khas Bugis-Makassar,” ujar Ustaz Das’ad Latif.

Dia menjelaskan, markas kader ulama tersebut diharapkan bisa diterima oleh semua golongan. “Kepada orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi mubalig, saya dengan senang hati menghadirkan markas kader ulama ini,” tambah pria yang gemar berpeci putih tersebut.

Menurutnya, sumber dana pembangunan masjid adalah murni pribadi. “Sumber dana seluruhnya berasal dari saku hati yang saya terima dalam undangan dakwah baik dalam negeri maupun luar negeri. Dana seluruhnya murni dari kaum muslimin-muslimat yang mengundang saya dalam acara dakwah, juga rezeki yang Allah berikan melalui media sosial,” jelas Ustaz Das’ad Latif.

Bunga ucapan selamat atas peresmian Masjid Hj Sitti Mang menghiasi halaman masjid milik Ustadz Das'ad Latif sejak beberapa hari terkhir
Ustaz Das’ad Latif mengatakan bahwa jemaah yang menonton dakwah-dakwahnya di media sosial, telah ikut membantu hadirnya rumah ibadah ini dan terwujudnya markas kader ulama.

“Saya dalam proses pembangunan masjid ini, tidak pernah membuka donasi. Akan tetapi, jika ada yang ingin membantu, saya hanya meminta mereka mengundang saya berdakwah dan saku hati yang saya terima menjadi bahan baku masjid ini,” ungkap Ustaz Das’ad Latif.

Rencananya Masjid Hj. Sitti Mang akan diresmikan pukul 10.00 WITA. Beberapa tokoh yang akan hadir pada peresmian tersebut, di antaranya Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Pj. Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, S.I.K., M.H., Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Dr. H. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr., Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, S.E., M.E dan Bupati Gowa, Dr. Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H.

Selain itu, hadir pula sahabat-sahabat Ustaz Das’ad Latif, di antaranya, H. Samsuddin Andi Arsyad, H. Sudirman Andi Arsyad, H Timothy, H. Tajerian Noor, H. Sudian Noor, dan H. GT. Ramdhani. Bahkan tokoh-tokoh nonmuslim juga sudah menyatakan kesediannnya untuk hadir. (*/zal/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar