Bupati Letakkan Batu Pertama Pesantren di Cantung

Bupati Sayed Jafar meletakkan batu pertama pembangunan pesantren di Cantung
JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Setelah meletakkan batu pertama pembangunan masjid di Desa Telagasari Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan langsung menuju Desa Sungai Kupang Kecamatan Kelumpang Hulu, kembali melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Darul Ihsan Cantung, Minggu (6/12).

Nantinya pesantren ini akan dibangun ditanah hibah warga dengan luas 80x100 meter di Desa Sungai Kupang Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengatakan, atas nama pemerintah ia melakukan peletakan batu pertama tanda dilaksanakannya pembangunan Pesantren Darul Ikhsan Cantung di Desa Sungai Kupang Kecamatan Kelumpang Hulu.

Menurutnya, daerah Cantung merupakan kampung religi jadi perlu dibangun pesantren apalagi nantinya akan ada pemekaran jadi harus dipersiapkan lebih dulu pembangunan di daerah, salah satunya pembangunan pesantren.

"Ya, memang banyak pesantren sudah berdiri di daerah ini sebab akan mencetak para regenerasi kedepannya," ungkapnya.

Ditambahkan Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, saat ini memasuki era pendidikan, keagamaan, dan sosial agar lebih ditingkatkan lagi. Karena akan menjadi pengontrol kehidupan sosial di era digital sekarang.

Dia berharap, pesantren menjadi wadah untuk mencetak generasi masa depan yang akan membangun dan memajukan Kabupaten Kotabaru.

"Kami, tahun depan akan melegalisasikan pasantren dengan mensahkan perda masalah pasantren agar nantinya banyak bantuan yang bisa diberikan secara sah," kata Syairi.

Acara tersebut juga dihadir anggota DPRD, Kepala SKPD, Forkopimca, dan undangan. "Kami senang dengan adanya pesantren di sini. Bisa jadi alternatif orang tua mendidik anaknya," kata Fahtul warga di sana. (diskominfo/shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar