Membuktikan Jargon Pacah di Ilat-nya Kue Warung Mama Gepeng, Begini Rasanya - Jurnal Banua

Membuktikan Jargon Pacah di Ilat-nya Kue Warung Mama Gepeng, Begini Rasanya

Warung Mama Gepeng di Higa Gunung Kotabaru | Foto: Jurnal Banua

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Pacah di ilat merupakan istilah Banjar. Artinya pecah atau lumer di lidah.

Jargon itu menjadi andalan Warung Mama Gepeng. Warung kue berbuka puasa, yang hadir tiap Ramadan.



Tahun ini, pasar wadai atau pasar kue tidak digelar pemerintah. Jadilah warga jualan di depan rumah atau pinggir jalan.

Seperti Warung Mama Gepeng. Memilih berjualan di terminal kota. Kawasan Higa Gunung. Dekat pasar harian.

Fhenk Thauw, anak dari pemilik Warung Mama Gepeng berkali-kali memposting jajanan ibunya di sosial media. Mengklaim kue buatan sang ibu rasanya bikin ketagihan.

Senin (4/5/20) sore tadi, Jurnal Banua berkesempatan membeli tiga jenis kue di Warung Mama Gepeng. Paria Bekunyung, Onde-Onde, dan Kakicak.

"Ini rasanya original. Beda dari yang lain, tanpa bahan kimia," kata Fhenk Thauw suatu waktu kepada wartawan.

Warna kue-kuenya terlihat menggoda. Disajikan di atas daun pisang. Bersih, dan terlihat enak.

Sebelun azan Magrib, wartawan memasukkan es ke dalam kue Paria Bakunyung. Haus, paling sedap makan kue berkuah pakai es.

Paria Bakunyung terbuat dari beras ketan. Di dalamnya ada parutan kelapa berbalut gula merah. Kemudian disiram saus santan.

Azan berkumandang. Beberapa teguk air putih. Kemudian, menyendok setengah kue Paria Bakunyung. Kue itu belah di tengah, terlihat warna alami gula aren.

Kue Paria Bakunyung Warung Mama Gepeng | Foto: Jurnal Banua

Sruuup...! Benar ternyata, pecah di lidah. Sensasi tepung ketan dan parutan kepala plus gula aren, lembut dan segar. Berpadu dingin es batu di saus santannya.

Wartawan hanya beli sedikit. Tidak terasa hampir habis. "Sisakan saya," ujar seorang rekan, melihat Paria tinggal sebuah. (shd/jb)



Dapatkan berita terbaru dari kami, dengan cara klik like atau suka Fanspage FB ini


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar