Romantisnya Camping Malam Minggu di Bukit Mamake Pulau Laut - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Romantisnya Camping Malam Minggu di Bukit Mamake Pulau Laut

Romantisnya Camping Malam Minggu di Bukit Mamake Pulau Laut

Suasana camping di Mamake malam hari

Di puncak Mamake, di ketinggian Selat Pulau Laut, spanduk Save Meratus dibentangkan. Malam hari, lampu-lampu nelayan seperti pendar doa-doa para pemuda.


JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Sabtu (16/3) tadi, ratusan anak muda mendaki bukit Mamake di Desa Sarangtiung, Pulau Laut Utara. Langit mendung, aroma dedaunan dan kelopak bunga tercium, tanda akan hujan lebat.

Ransel-ransel besar dipanggul. Tawa di sana-sini. Bukit Mamake tidak terlalu tinggi. Namun treknya lumayan menguras tenaga.

Pendakian itu diprakarsai Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya (KPGRI) Kalsel. Bekerja sama dengan DLH Kotabaru, KPH Pulau Laut Sebuku, Crex Borneo, Desa Sarangtiung dan seterusnya.

Banyak anak remaja ikut naik. Mereka gembira. Bermalam Minggu di atas bukit. Camping. Api unggun, gitar dan kopi. Gairah remaja membuncah hangat.

Sebelum malam tiba, di puncak bukit, mereka memasang tenda-tenda. Para pendaki senior mengarahkan, cara memasang yang benar.

Tiba-tiba angin kencang datang. Hujan lebat. Sebagian memilih berteduh. Tidak sedikit yang membiarkan tubuhnya diguyur hujan.

Lihat videonya di sini:



Fenomena alam itu berlangsung satu jam. Tenda-tenda berdiri. Alat memasak ke luar dari ransel. Senja berubah malam. Serangga nyaring bernyanyi.

Malam itu hadir Dewi Wulansari dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku. Obrol-obrol ringan di bawah langit digelar. Minuman dan makanan diedarkan. Duduk melingkar.

Bergantian para senior memberi wawasan. Beberapa remaja sesekali asyik mencuri pandang lawan jenisnya.

Malam Minggu di puncak bukit mayoritas ditumbuhi ilalang itu beranjak. Di atas ketinggian terlihat lampu-lampu kota, dan lampu para nelayan.

"Hadir sekitar 20 organisasi dan komunitas. Dari Kotabaru dan Tanah Bumbu," ujar Ancah dari Crex Borneo.

Malam terus naik, para remaja tak bisa terpejam. Beberapa masih asyik di luar. Bermain gitar. Yang sedang jatuh cinta menyanyikan lagu romantis, suara pas-pasan tak jadi soal asal bisa terdengar pujaan hati di dalam tenda.

Pagi hari. Matahari hangat bersinar. Ilalang berayun-ayun. Aksi tanam-tanam digelar. Salam lestari. (JB)
Space Iklan

Tags

Posting Komentar