Demi Lombok, Mahasiswa Pulau Laut Pakai Gitar, Gadis Bercadar Berikan Rupiah - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Demi Lombok, Mahasiswa Pulau Laut Pakai Gitar, Gadis Bercadar Berikan Rupiah

Demi Lombok, Mahasiswa Pulau Laut Pakai Gitar, Gadis Bercadar Berikan Rupiah

Anak santri bercadar memberikan sumbangan untuk musibah di Lombok

Malam Ini di Siring Laut Puncak Acaranya

Lantang suara mahasiswa mengalunkan lagu romantis. Eits, pikap ber atap membawa gadis-gadis bercadar, matanya jernih. Uang rupiah pun melayang ke kotak.

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Jumat (24/8) sore di Pulau Laut. Ada yang berbeda di pusat kota pesisir ujung tenggara Kalsel itu.

Beberapa mahasiswa duduk di bawah lampu merah Pal Satu. Ada bermain gitar, ada menabuh kendang. Lagu pop melayu mereka dendangkan.

Memakai seragam, seperti jas. Tapi jelas bukan seragam band. Tapi almamater kampus.

Bertahun-tahun lamanya, baru kali ini ada aksi mahasiwa pakai gitar di lampu merah. Pengendara motor berpasangan tersenyum. Lirik lagu romantis terdengar jelas, pakai bantuan sebuah pengeras suara.

Tapi pengguna jalan tidak lama terheran-heran. Selain ada yang bermain musik, ada juga yang bawa kotak. Kotak disodorkan ke pengendara jalan. Ada juga aktivis sosial Vijay. Masih muda tapi namanya terkenal di pesisir pulau.

Mahasiswa di Kotabaru ngamen untuk menggalang sumbangan musibah Lombok

Dan juga ada spanduk. Tulisannya: solidaritas warga Kotabaru untuk Lombok. Banyak, warga melempar uang ke dalam kotak. Mahasiswa bersemangat.

Tidak lama ada sebuah pikap membawa banyak remaja putri bercadar. Mereka memakai busana hitam. Matanya jernih, khas mata remaja yang belum kenal peliknya dunia.

Pikap itu berenti di lampu merah. Mahasiswa menghampiri dengan sodoran kotak. Terlihat beberapa tangan wajah bercadar memberikan uang kertas. "Sepertinya mereka dari pondok pesantren," kata seorang mahasiswa.

Ya. Ada tiga kampus turun ke jalan waktu itu. STIT Darul Ulum, STKIP Paris Barantai dan Politeknik Kotabaru. Vijay, mengatakan rencana penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok itu sampai hari Minggu (26/8).

Puncak acaranya, Sabtu (25/8) malam. Atau malam Minggu. Ada hiburan dangdut di panggung Siring Laut. Santi KDI, perempuan asal Tirawan yang belum lama tadi naik daun, akan menyuguhkan bakat seni nya kepada warga.

Baca juga: Eksklusif..! Mengenal Lebih Dekat Santi KDI dan Pendukung Hebat di Belakangnya

Juga akan ada lelang barang-barang unik dan makanan. Semua hasil penjualan akan disumbangkan kepada korban di Lombok.

Aksi itu mengentak ingatan warga. "Iya, ya, ada saudara kita di Lombok yang kena musibah. Semoga sumbangan nanti bisa membantu," ujar Rapi salah pengguna jalan kepada wartawan.


Tapi ada juga yang berkomentar begini. Kata warga, mereka rindu ada aksi mahasiswa begitu. "Senang kami lihatnya. Apalagi kalau ada kegiatan rutin mereka. Lakukan peran kontrol terhadap pemerintah, tidak usah jauh, pemerintah di daerah aja dulu," ujar Edi warga lainnya.

Terlepas dari itu, aksi penggalangan dana sebenarnya punya kisahnya sendiri. Anggota DPRD Kalsel Ronie Fahmi Rais, melemparkan ide itu ke grup publik di Facebook. Bertepatan dengan pulangnya Santi KDI dan Raza KDI ke Kotabaru.


Santi dan Raza sendiri sudah manggung di beberapa tempat. Mereka mendapat sumbangan dari warga. Untuk korban bencana Lombok. (Jurnal Banua)


Space Iklan

Tags

Posting Komentar