Peluru Sniper Israil Menembus Dada Pemuda Gaza di Dekat Jurnalis Indonesia Berdiri


Suasana di perbatasan Gaza, ribuan warga Palestina melawan serangan gas dan sniper tentara Israil | Foto: facebook.com/Mahmoudbassam01


GAZA, JurnalBanua - Seorang pemuda Gaza, Palestina baru saja gugur. Setelah peluru penembak jitu Israil mengenai dadanya, tidak jauh dari posisi jurnalis Indonesia, Abdillah Onim.

Dalam akun resmi halaman facebooknya, @bang.onim, mengungkapkan pemuda malang itu jatuh di tempat. Postingan itu tertanggal 15 Mei pukul 19.34 Wita.



Juga diunggah sebuah video suasana warga dan tim medis berlarian ke arah kejadian. Tampak ambulance dengan sirinenya yang mengaung.

Masih dari keterangan Abdillah Onim, sedikitnya 61 warga Palestina meninggal. Tujuh di antaranya adalah anak-anak ditembak oleh militer Israel.

Sebanyak 2.772 orang luka. Di antaranya 225 anak-anak, 79 wanita. Sementara itu, laman facebook situs pemberitan Middle East Update, menyebut ada belasan jurnalis yang terluka.

Ribuan warga Palestina sekarang sedang berada di perbatasan Gaza. Mereka melancarkan aksi protes diresmikannya Kedubes Amerika Serikat di Israil, juga sebagai bentuk perlawanan atas tragedi Nakba 15 Mei 1948.

Pemuda Gaza di tengah serangan gas | Foto: www.facebook.com/yaser.qudih

Nakba adalah tragedi kemanusiaan yang dilakukan Israil terhadap Palestina. Situs pemberitaan Middle East Update menyebut pada 15 Mei 1948, sebanyak 750.000 warga Palestina diusir dari rumah mereka oleh penjajah Israel. Ratusan desa Palestina dihancurkan.

Sekitar 100 warga sipil Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, dibantai di kota Deir Yassin pada tanggal 9 April 1948, oleh anggota organisasi teroris negara Zionis.
Abdillah Onim jurnalis asal Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan di Palestina

Jurnalis-jurnalis di Palestina saat mengunggah foto aksi di jalur Gaza itu di keterangan foto banyak menulis  tagar #Nakba70 dan #GreatMarchReturn. (JurnalBanua)


Space Iklan

Tags :

bm
Admin

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar