Dewan Minta Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran

Rudi Heriyadi. (FOTO:IST)


JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dinilai tidak hanya menambah beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu penyalahgunaan BBM subsidi. Karena itu, DPRD Kota Banjarmasin meminta pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tetap tepat sasaran.

Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Rudy Heriyadi, mengatakan kenaikan harga BBM non subsidi merupakan dampak dari melonjaknya harga minyak dunia yang berimbas pada pasar energi nasional. Meski demikian, pemerintah masih berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga BBM subsidi.

“Kenaikan BBM non subsidi saat ini memang tidak bisa dihindari karena merupakan bagian dari mata rantai kenaikan harga minyak dunia. Namun pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas dengan tidak menaikkan harga BBM subsidi,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Banjarmasin itu menilai kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan langkah yang tepat untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, selisih harga yang semakin lebar antara BBM subsidi dan non subsidi juga berpotensi membuka celah terjadinya penyalahgunaan apabila pengawasan tidak diperketat.

Karena itu, Rudy mendesak pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar hanya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

“Pengawasan harus diperketat agar disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi tidak memicu gejolak di masyarakat. Jangan sampai ada penyalahgunaan BBM yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.

Menurut Rudy, BBM subsidi merupakan bentuk bantuan negara yang diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu. Oleh sebab itu, distribusinya harus berjalan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

“Ada hak-hak warga negara yang harus kita jaga. Masyarakat yang memang berhak harus mendapatkan BBM subsidi, sedangkan yang mampu seharusnya menggunakan BBM non subsidi,” katanya.

Di tengah ketidakpastian pasar energi global, Rudy berharap harga minyak dunia segera kembali stabil sehingga tekanan terhadap harga BBM dapat mereda. Dengan kondisi tersebut, biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok diharapkan tidak terus mengalami kenaikan.

“Kita berharap krisis energi global ini segera berakhir sehingga kondisi ekonomi masyarakat bisa kembali lebih stabil,” pungkasnya.(saa/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.