![]() |
| Pelindo bersama Forwapel Banjarmasin di Surabaya.(FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, SURABAYA - Manager Regional SDM dan Umum Subregional Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Nugroho Christianto, memaparkan capaian kinerja perusahaan bersama Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin di Surabaya, Rabu (8/4/2026).
Dalam paparannya, Nugroho menegaskan bahwa Pelindo lahir dari penggabungan empat BUMN jasa kepelabuhanan. Saat ini, Pelindo mengelola 110 pelabuhan yang tersebar di 32 provinsi, yang terbagi ke dalam empat regional dan empat subholding.
Ia menyebut, transformasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.
Khusus di Subregional Kalimantan, Pelindo mencatat tren kinerja operasional yang terus tumbuh sepanjang 2025. Arus kapal mencapai 66.319 unit atau meningkat 103 persen secara tahunan. Sementara itu, total gross tonnage menembus 182.499.220 GT atau tumbuh 106 persen.
Tak hanya itu, arus peti kemas juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pelindo mencatat 619.979 box atau naik 104 persen secara year on year, serta 715.716 TEUs atau tumbuh 105 persen. Di sisi lain, arus non-petikemas mencapai 19.844.579 ton/m3 atau meningkat 101 persen.
Dari sektor pelayanan penumpang, Pelindo melayani 919.262 orang sepanjang 2025 di wilayah Subregional Kalimantan. Bahkan, pada periode mudik Lebaran 2026 hingga H+11, jumlah penumpang mencapai 124.523 orang atau meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, terutama untuk perjalanan ke Pulau Jawa dan Sulawesi, baik saat mudik maupun arus balik,” ujar Nugroho.
Selain mendorong kinerja operasional, Pelindo juga terus menghadirkan inovasi di bidang HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Salah satunya melalui program P-Waste yang mengusung pengelolaan sampah terintegrasi berbasis data.
Melalui program ini, Pelindo meningkatkan efektivitas monitoring dan pelaporan secara real-time, sekaligus memperkuat penerapan K3 dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Nugroho menjelaskan, program tersebut memberikan berbagai manfaat, mulai dari kemudahan evaluasi kinerja pengelolaan sampah, peningkatan efisiensi operasional, hingga terciptanya lingkungan pelabuhan yang bersih, aman, dan berkelanjutan.
Di bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), Pelindo juga aktif menjalankan berbagai program. Perusahaan mengembangkan program PUMK, Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, hingga Pilar Lingkungan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan juga berhasil meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya apresiasi atas capaian nihil kecelakaan kerja, perusahaan peduli lingkungan, wajib pajak daerah terbaik, hingga penghargaan Subregional dengan Media Relation Terbaik.
“Termasuk penghargaan atas Subregional dengan Media Relation Terbaik,” pungkas Nugroho.(saa/jb)
