Zairullah, Sang Pembaca yang Visioner

Bupati Zairullah Azhar (kiri) mendampingi Cak Imin saat berkunjung ke Tanah Bumbu 15 Maret 2023 | Foto: Diskominfo SP Tanah Bumbu
JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar memperlihatkan rasa kagumnya akan sosok Bupati Zairullah Azhar. Dalam kunjungan kerjanya ke Tanah Bumbu, Rabu 15 Maret 2023.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, Zairullah adalah pemimpin yang visioner. Setia dengan gagasannya.

Hal itu bisa terlihat dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak. Khusunya dari kalangan kurang beruntung.

"Konsistensinya itulah yang membuat Zairullah didaulat menjadi Presiden Anak Yatim di Indonesia," ujarnya.

Cak Imin menilai, pemimpin yang berpihak kepada generasi muda adalah pemimpin yang ikhlas. Karena orientasinya jangka panjang. Bukan memimpin hanya untuk kepentingan sesaat.

Dia pun berharap, pola kepemimpinan Zairullah menjadi teladan. Diikuti banyak calon pemimpin daerah, khususnya di Tanah Bumbu.

Lalu, dia juga membeber. Zairullah merupakan salah satu pemimpin yang memiliki gagasan-gagasan brilian. Salah satunya saat memperjuangkan pemekaran Tanah Bumbu dari Kotabaru.

Saat memimpin Tanah Bumbu di era awal itulah, daerah pesisir ini mengalami kemajuan yang amat pesat. Bahkan dalam beberapa aspek sudah lebih maju dari kabupaten tetangganya.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar dan Cak Imin berpose bersama anak-anak di Tanah Bumbu Kalsel | Foto: Diskominfo SP Tanah Bumbu
Keberhasilan itu disebabkan salah satunya karena kepiawaian Zairullah dalam menanamkan gagasan konseptual pada dasar birokrasi pelayanan publiknya. Sistem pelayanan publik di Tanah Bumbu saat itu berorientasi ibadah. Dalam artian, semua pekerjaan pelayanan publik harus berlandaskan niat yang ikhlas.

Menurut Cak Imin itu brilian. Konsep ketuhanan yang dijewantahkan dalam sila pertama, merupakan faktor utama mencegah sistem menjadi korup.

Beruntung ujarnya, Tanah Bumbu dan Kalsel memiliki pemimpin sekaliber Zairullah Azhar. Dia pun mengajak, semua anak muda mencontoh kerja keras kedisiplinan, dan kecerdasan pendiri Tanah Bumbu ini. (advertorial/shd/jb)

Ingin Bermanfaat Buat Orang Banyak


Di sisi lain, Zairullah sendiri tegas mengatakan, apa yang telah diraihnya semata bukan karena dirinya. Tapi perjuangan bersama yang tentu atas seizin Tuhan.

"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat buat orang lain," ujarnya menyitir hadis Nabi dalam banyak kesempatan.

Asas kebermanfaatan itulah yang menjadi salah satu motivasi untuk optimal dalam mengabdikan diri.

Dia percaya, niat untuk menjadi sumber manfaat akan membuat seseorang mampu mengeluarkan semua potensi terbaiknya. Dan hal itu akan tergambar dalam sikap seseorang ketika mengambil keputusan.

Nilai-nilai keruhanian menurutnya mampu membingkai manusia menjadi penuh manfaat. Tidak hanya pada dirinya sendiri, tapi juga buat orang lain.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar dan Cak Imin saat bersilaturahmi dengan anak-anak asuk di Istana Anak Yatim Darul Azhar | Foto: Diskominfo SP Tanah Bumbu
Berangkat dari sudut pandang itulah, Zairullah mantap untuk mengusung religiusitas dalam setiap denyut birokrasi yang dia pimpin.

Tidak mudah awalnya, karena banyak yang kontra. Terutama dari kalangan sekuler. Kebijakan Zairullah dianggap ketinggalan zaman.

Tapi waktu berbicara lain. Konsep yang dia aplikasikan kemudian dalam perilaku aplikatif pelayanan publik melahirkan banyak pujian. Salah satunya adalah keterpikatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di 2008 silam dalam lawatannya ke Tanah Bumbu.

Pondasi birokrasi yang kuat itu diletakkan Zairullah. Dan ketika dia kembali menjadi kepala daerah pada 2020 silam, pondasi yang sempat luntur karena pergantian kebijakan coba ia rekatkan kembali.

Namun tantangan sudah berbeda. Di era kemajuan digital yang sudah menggerus banyak nilai-nilai lokalitas membuat upaya kembali ke arah sana tidak semudah zaman itu.

Budaya modern tanpa filter telah mewarnai gaya hidup remaja. Sesuatu yang tidak dialami Zairullah di era awal Tanah Bumbu berdiri.

Namun perlahan tapi pasti, semua coba dikembalikan ke rel semula. Program-program baru dibuat, untuk kembali membumikan nilai-nilai luhur religiusitas.

Salah satunya program Satu Desa Satu Masjid. Program yang memberdayakan satu masjid di desa untuk menjadi tempat pendidikan anak muda. Mulai dari agama, seni sampai olahraga.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Mereka menilai, intervensi pemerintah daerah dalam keseharian generasi muda semacam benteng agar Tanah Bumbu tetap mampu melahirkan generasi yang berkualitas. (advertorial/shd/jb)

Ke Luar Kota? Oleh-olehmu Harus Buku


Sosok pendiri Tanah Bumbu ini memang melekat kuat dalam benak warga. Itu mengapa, dia begitu mudah mendulang suara pada Pilkada 2020 silam. Kepercayaan masyarakat begitu besar.

Zairullah Azhar memberikan sambutan saat kedatangan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar di Tanah Bumbu
Kepercayaan yang tak lekang oleh waktu itu juga menjadi penanda. Secara umum kebijakan kepemimpinan Zairullah selama ini mendapat tempat di hati masyarakat.

Gagasan Zairullah yang lahir dari pertimbangan-pertimbangan akademis membuat keputusannya bisa diterima mayoritas kalangan. Kelebihan ini ditengarai lahir kegemarannya dalam membaca buku.

Rupanya hal itu pun sedikit banyaknya disadari Zairullah. Bahwa manfaat membaca memberikan banyak dampak positif kepada dirinya.

Makanya, dalam beberapa kesempatan saat turun ke desa, Zairullah selalu meminta para pejabat untuk membaca buku.

Tidak cukup sampai di sana, dia pun mengeluarkan semacam edaran. Kalau pejabat ke luar daerah mesti membawa oleh-oleh buku untuk disumbangkan ke perpustakaan. (advertorial/shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar