Ketika Wakil Rakyat dari Perindo Turun ke Sawah Kampanye Corona - Jurnal Banua -->

Ketika Wakil Rakyat dari Perindo Turun ke Sawah Kampanye Corona

Roby dua dari kiri didampingi Kades Sakadoyan Hasan Basri, menjelaskan corona kepada warga pelosok Kotabaru

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Siapa yang tak ingin wabah corona cepat berlalu? Di Kotabaru, para wakil rakyat berjibaku mencegah penyebarannya.

Rabu (8/4/20) sore tadi, anggota DPRD dari Perindo, Rabbiansyah akrab disapa Roby, masuk sawah di Desa Sakadoyan. Mengajarkan para petani, cara mencegah corona.



Roby ditemani Kades Sakadoyan, Hasan Basri. Dua anak muda itu berkeliling dari satu sawah ke sawah lainnya.

"Tidak semua warga baca informasi di internet. Tidak semua dapat nonton berita. Sakadoyan belum ada listrik," ujar Roby kepada Jurnal Banua.

Roby, walau masih muda, namanya tidak asing di perbatasan Kotabaru - Kaltim itu. Roby yang juga mantan buruh sawit ini, adalah salah satu tokoh sentral lahirnya Upah Minimum Kabupaten di Kotabaru beberapa tahun silam.

Tepat di lokasi hamparan sawah, Roby dan Hasan kemudian mengumpulkan para petani. Benar dugaannya, banyak dari mereka belum mengerti apa itu corona, apa itu ODP, PDP dan lainnya.

"Di tengah gencarnya pemberitaan corona, fakta di lapangan, ternyata masih ada yang belum mengerti dengan utuh," ujarnya.

Keputusan DPRD Kotabaru untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota selama wabah ini, membuat Roby punya banyak waktu di lapangan.

Kepada para petani, ia pun kemudian mengkampanyekan pola hidup bersih. "Jika ke luar, tangan jangan pernah sentuh mulut, hidung dan mata, sebelum tangannya dicuci dengan sabun," tekannya.

Ia pun mengajarkan juga cara bersin. "Kalau batuk atau bersin, tutup mulut dengan lengan atas, jangan pakai tangan."

"Semua bahan makanan, cuci dulu sebelum diolah," lanjutnya.

Terus warga juga diminta untuk menjaga jarak satu sama lain. Tetap di rumah. Ke luar jika hanya urusan mendesak.

Ia pun kemudian menjelaskan apa itu corona. Termasuk OPD, PDP dan sebagainya.

"Sederhananya ODP atau orang dalam pemantauan itu, adalah orang yang dipantau petugas kesehatan selama minimal 14 hari. Mereka biasanya yang dari luar kota, dan suhu badannya tinggi, atau ada keluhan di tenggorkan atau saluran pernapasan," bebernya.

Roby kemudian mengimbau, semua bersatu memberikan pendidikan kepada masyarakat. "Kotabaru ini luas. Kita tidak bisa melulu mengandalkan hape untuk internet. Masih banyak warga kita tidak baca online," tandasnya. (shd/jb)



Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar