Ketika Pelantikan Ketua ASKAB Kotabaru Berjalan Sepi - Jurnal Banua -->

Ketika Pelantikan Ketua ASKAB Kotabaru Berjalan Sepi

Tampak kanan Pudjo Haridjanto dan kiri Purwanto

Ruang gedung Paris Barantai tampak sepi, Sabtu (18/1/20) malam tadi. Para tamu undangan kebingungan. Mestinya, saat itu meriah. Pemilihan Ketua ASKAB Kotabaru digelar.

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Kasatpol PP Kotabaru Abdul Hamid celingak-celinguk. Ia bingung, gedung adem. Banyak meja kosong.

Sementara di tengah ruangan tampak spanduk besar. "Ini saya ada undangannya," ujarnya memperlihatkan undangan berlogo ASKAB dan pemerintah daerah.

Kasdim 1004 Kotabaru, Mayor Inf Samsul Kusairi juga datang. Namun ia pun kebingungan.

Apa yang terjadi? Ketua Panitia Pemilihan Pengurus ASKAB, Purwanto membeber, sebanyak empat klub bola memilih abstain. Begitu juga panitia kongres, memilih pulang.

Alasannya kata Purwanto, pengurus provinsi belum hadir. Sehingga kongres minta ditunda. Namun hal itu ditolak Purwanto dan beberapa lainnya.

Mereka bersikeras kongres pemilihan ketua tetap dilanjutkan. "Kami minta jawaban kenapa pengurus provinsi tidak hadir, kata mereka juga tidak tahu. Nomor pengurus tidak aktif," bebernya.

Anggota kongres yang tinggal pun sepakat melanjutkan. Dipilihlah Purwanto jadi ketua pemilihan.

Habis Isya pemilihan berlangsung. Total suara sebenarnya ada sembilan. Karena empat klub memilih pulang, sisa lima klub.

Ke lima klub sama suaranya. Memilih Ketua ASKAB Kotabaru 2020 - 2024, Pudjo Haridjanto sebagai ketua. Dan wakilnya adalah Syairi Mukhlis.

Purwanto mengatakan, hasil rapat itu sah. Karena jumlah pemilih ada 50 persen. Batas minimal hasil kongres dianggap sah katanya jika ada 30 persen suara dari total pemilih.

Pudjo sendiri kepada wartawan mengaku tidak mau muluk-muluk. Dia ingin sepak bola Kotabaru ke depan bisa berkembang dengan maksimal. (shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar