Terpilih Duduk di DPRD Awal Tetap Jual Martabak, Berembus Asa di Tangan Anak Muda - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terpilih Duduk di DPRD Awal Tetap Jual Martabak, Berembus Asa di Tangan Anak Muda

Terpilih Duduk di DPRD Awal Tetap Jual Martabak, Berembus Asa di Tangan Anak Muda

Awaludin (baju putih) berpose bersama Tajerian Noor di depan jualan martabakanya | Foto: Jurnal Banua

Dia terpilih duduk di parlemen. T weapi masih jualan martabak. Tidak berubah, tetap mudah ditemui. Awaludin, sama seperti Roby, bisa menjadi asa perubahan wajah DPRD Kotabaru nanti.

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Sabtu (6/7), seorang pria muda berbadan sehat asyik menggoreng martabak. Tepat di pusat kota. Depan RSUD.

Awaludin. Dia sarjana kehutanan. Merantau dari Jawa ke Kalimantan. Lulus kuliah berdagang. Jual martabak di Banjarbaru.

Kemudian ke Kotabaru. Di Bumi Saijaan dia sempat kerja di sebuah bank. Kemudian banting stir lagi ke martabak.

Martabak Eza namanya. Terkenal karena rasanya yang enak. Juga terang bulannya.

Awal begitu ia akrab disapa. Suka bergaul. Suka diskusi. "Saya sampai sekarang bercita-cita punya rumah yang halamannya luas. Biar bisa kumpul dengan banyak orang," ujarnya kepada Jurnal Banua.

Karena pertemanannya luas, ia pun kemudian mulai masuk banyak organisasi. Hingga tiga tahun lalu dia diminta jadi kepala desa.

Siapa sangka, pengusaha UMKM itu terpilih. Dia pun mulai memimpin desa. Martabak tetap jalan. Awal pun semakin sibuk.

Sebagai kepala desa, ia semakin aktif di masyarakat. Berkali-kali martabaknya terlibat dalam acara sosial.

Seperti penggalangan bantuan bencana gempa di Palu beberapa waktu lalu. Awal menyediakan martabak, yang uang penjualannya disumbang ke Palu. Uniknya martabak itu dibiorong habis oleh satu orang: Tajerian Noor.

Tajerian Noor adalah pengusaha muda asal Kotabaru. Salah satu idola Awal. "Saya banyak belajar dari beliau. Mau sukses memang harus kerja keras. Berteman jangan pilih-pilih," tekannya.

Berhasil di desa, Awal kemudian diminta jadi anggota dewan. "Kaget awalnya. Mana saya ada uang," kenangnya sembari mengaduk adonan martabak.

Tapi desakan begitu kuat. Banyak sahabatnya mengaku siap membantu. Tak ada pilihan, Awal akhirnya mengiayakan. Memakai perahu Partai PAN.

"Saya sempat pesimis awalnya. Dapil saya di pelosok. Bukan di pusat kota. Saya harus bangun jaringan lagi."

Beruntung saat jadi kepala desa, Awal akrab dengan hampir semua kepala desa. Melalui para kepala desa sahabatnya, jaringan di daerah baru pun terbentuk.

Siang malam Awal bekerja. Menarik simpati warga. Akhirnya kerja keras itu memperlihatkan hasilnya. "Saya akan perjuangkan UMKM di seluruh Kotabaru," janjinya.

Awal mengatakan, kalau duduk nanti dia tidak akan berubah. "Saya bukan Power Rangers. Tetap lah seperti dulu. Rumah terbuka 24 jam," kekehnya.

Beberapa pihak menganggap terpilihnya Awal adalah era baru. Bersama Rabbiansyah alias Roby yang merupakan aktivis buruh. Juga ada anak muda lainnya Gewsima Mega Putra.

"Semoga di tangan anak-anak muda itu Kotabaru akan ada perubahan," ujar Masduki salah satu jurnalis di Banua.

Terpisah Tajerian memberikan selamat kepada semua anggota DPRD terpilih. "Tetaplah merakyat. Tanpa teman, kita gak ada artinya. Bersahabatlah dengan semua kalangan," pesannya. (JB)

Baca juga: Bukan Aktivis Kaleng: Belum Dilantik Roby Sudah Kritik DPRD Kotabaru
Space Iklan

Tags

Posting Komentar