Bukan Aktivis Kaleng: Belum Dilantik Roby Sudah Kritik DPRD Kotabaru - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bukan Aktivis Kaleng: Belum Dilantik Roby Sudah Kritik DPRD Kotabaru

Bukan Aktivis Kaleng: Belum Dilantik Roby Sudah Kritik DPRD Kotabaru


Roby sepertinya memang bukan aktivis kaleng-kaleng. Kritikan bernada konstruktif, sudah ia lontarkan ke bakal instansinya, DPRD Kotabaru. Padahal ia baru akan duduk di dewan Agustus nanti.

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Di salah satu pemberitaan media online, terungkap jika pembuatan baju dinas 35 anggota DPRD Kotabaru dilakukan di Jakarta. Nilai anggaran pembuatan jas itu angkanya ratusan juta rupiah.

Kepada Jurnal Banua, Sabtu (6/7/19) malam tadi, Rabbiansyah akrab disapa Roby mengkritik hal tersebut. "Benar, informasinya dijahit di Jakarta. Kenapa tidak di Kotabaru saja atau di Banjarmasin," ujarnya.

Menurut Roby lebih baik jika uang itu digunakan untuk memberdayakan para penjahit lokal. "Saya lebih suka begitu. Meningkatkan ekonomi para pengusaha UMKM kita," tekannya.

Aktivis buruh sawit itu mengungkapkan, dirinya dipanggil ke DPRD Juni tadi. Diukur badannya. Untuk dibuatkan baju dinas pada pelantikan 26 Agustus nanti.

Roby sendiri merupakan Ketua Serikat Pekerja Minamas Group di Sungai Durian. Dia dikenal vokal. Berani menuntut perusahaannya sendiri.

Roby adalah tokoh utama dibalik pengesahan Upah Mininum Kabupaten beberapa tahun silam. Setelah beberapa kali aksi unjuk rasa di pusat kota.

Karena sepak terjangnya itu, kaum buruh pun memintanya berlaga di Pileg tadi.

Dikonfirmasi, Sekwan DPRD Djoko Muntiyono membenarkan. Jas dinas dijahit di Jakarta. "Tapi itu bukan ranah kami. Karena kami cuma sediakan anggaran. Yang mengerjakan adalah pihak penyedia," ujarnya.

Kata Djoko, pengadaan baju dinas dikerjakan pemborong melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL). Bukan lelang. Karena angkanya di bawah Rp200 juta. "Saya lupa persisnya. Sekitar Rp160 juta totalnya," ujarnya.

Djoko mengaku lupa nama perusahaan pemborongnya. "Nanti saya cek," tambahnya.

Dia menekankan, penjahit di Jakarta sama sekali bukan langganan dewan. "Ada saya baca di online penjahit katanya langganan dewan. Sama sekali bukan," akunya.

Intinya kata Djoko lagi, mereka hanya sediakan anggaran. Yang mengerjakan adalah pemborong. "Tapi nanti akan kami periksa hasilnya. Apakah bajunya sesuai spek atau tidak. Kalau tidak sesuai spek, kami tidak akan terima."

Selain baju dinas, juga ada anggaran PL lainnya untuk pembuatan pin baju 35 anggota dewan. Ditanya apakah benar satu pin anggarannya mencapai Rp500 ribu, Sekwan mengiyakan.

Sekadar diketahui, dari 35 anggota DPRD Kotabaru yang akan dilantik, sebanyak 16 orang merupakan wajah baru. Beberapa di antaranya adalah anak muda. Seperti: Awaludin dan Gewsima Mega Putra.

"Semoga dewan yang baru nanti lebih peka. Lebih pro rakyat. Tidak banyak ke luar daerah. Dan berani melakukan kritik serta peran kontrol. Jangan diam saja gak ada kabarnya," pinta Syafri warga yang tinggal di Pulau Laut Barat. (JB)
Space Iklan

Tags

Posting Komentar