Dua Tahun Jejak Polisi Arief di Kotabaru: Ronaldo Kehilangan Messi - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dua Tahun Jejak Polisi Arief di Kotabaru: Ronaldo Kehilangan Messi

Dua Tahun Jejak Polisi Arief di Kotabaru: Ronaldo Kehilangan Messi


Sepi grup ini.
Iya, semenjak Bang Arief pindah.
Benar, kita kehilangan lelucon khasnya: goyangkan jarimu
Le.


JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Akhir Juni, Kompol Arief Prasetya resmi dua tahun bertugas di Mapolres Kotabaru. Dia pindah tugas ke Polres Tanah Bumbu, menjabat Wakapolres.

Arief lahir di Kediri, Jawa Timur. Tugas ke Kotabaru paruh pertama 2017. Dengan posisi jabatan: Kepala Bagian Operasional.

Setahun kemudian dia diangkat jadi Wakapolres Kotabaru.

Peraih pasca sarjana di bidang komunikasi itu selama tugas di Kotabaru menjadi salah satu sosok yang menonjol. Bukan saja karena posturnya yang tinggi besar, tapi juga pembawaannya.

"Dia pandai mengambil hati," ujar Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto.

Kepindahan mantan Kasat Reskrim Polres Banjarmasin ke Kotabaru membawa perubahan. Ide setengah jadi aplikasi berbasis android ECC (Electronic Command Center) diteruskan ke Kotabaru.

Dibantu Suhasto aplikasi yang disebut pertama ada di tubuh Polri itu selesai. "Luar biasa, ini rezekinya Polres Kotabaru," ujar Kapolda Kalse saat itu, Brigjen Rachmat Mulyana saat peresmian ECC, September 2017.

Ruang ECC di Mapolres Kotabaru

ECC adalah layanan berbasis android. Hampir semua data kepolisian ada di sana. Memudahkan polisi memetakan program dan strategi lapangan.

Juga dilengkapi layanan publik. Seperti tombol panik. Pelayanan Karhutla. Diintegrasikan dengan layanan Polres sebelumnya Sipomas.

"Sekarang era digital. Terbuka. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan transparan. Itu konsep idenya," kata Arief.

Komunikasi terbuka itulah yang menjadi ciri khas Arief. Beberapa jurnalis di Kotabaru mengungkapkan, Arief sosok yang profesional.

Salah satu jurnalis Jurnal Banua pernah bertemu Arief saat pria ini masih menjabat Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin. Saat jadi Kasat tampilannya berbeda jauh dengan ketika menjabat Kabag Ops di Kotabaru.

Sewaktu jadi Kasat, tampilannya cenderung tegas. Brewok sesekali ditumbuhkan. Ketika jadi Kabag Ops, berubah jadi humanis.


Arief Prasetya (dua dari kiri) dan Suhasto (dua dari kanan) saat melaksankakan program lingkungan menanam terumbu karang

Arief rupanya mengerti, peran Kabag Ops vital untuk membangun citra institusi kepolisian secara menyeluruh. Dia giat menjalin komunikasi dengan para jurnalis, LSM dan tokoh-tokoh masyarakat.

"Di mana Le. Ayo ke ruanganku, ngopi," begitu pesan Arief yang diterima di seluler wartawan. Ketika dia ingin berdiskusi tentang beberapa agenda pemberitaan.

Komunikasi verbal dan tulisan Arief banyak mendapat pujian. "Asyik orangnya. Ngobrol gak kerasa waktu habis," ujar Masduki salah satu jurnalis di Kalsel.

Menurutnya, Arief berhasil menampilkan sosok polisi yang ramah. Cerdas dan inovatif. "Tapi kalau semua polisi kayak dia bahaya juga. Dia pandai melihat peluang isu, kita wartawan kadang kalah jeli," tambah Masduki tertawa.

"Goyangkan jarimu Le." Itu kata Masduki, kalimat Arief yang selalu mengundang tawa. Diucapkan ketika melihat wartawan sibuk mengetik.

Kalimat itu juga biasa dikirim Arief ke grup chat wartawan. Le berasal dari tole. Panggilan keseharian di Jawa Timur.

Begitu juga dengan anggapan beberapa polisi di Kotabaru. Arief kata mereka membawa beberapa perubahan segar. Seperti inovasi di bidang pelayanan: gak mesti kaku.

Tak terasa terasa setahun tugas, Arief diangkat jadi Wakapolres. Pasangan Suhasto dan Arief disebut-sebut sebagai pasangan kepala dan wakil yang proporsional yang pernah ada di Kotabaru.

Usai prosesi serah terima jabatan Arief yang pindah tugas ke Tanah Bumbu, Suhasto mengaku kehilangan. Kehilangan seorang sahabat dan rekan kerja yang baik.

Dari pantauan wartawan, Suhasto dan Arief memang terlihat dekat. Di hari libur mereka biasa bermain sepak bola di GOR Stagen. Atau main PS4 di rumah dinas.

Arief Prasetya (kiri) dan Suhasto mengikat tali sepatu di lapangan GOR Kotabaru

Main PS4, Arief biasanya mengandalkan Messi. Sementara Suhasto tergila-gila dengan Ronaldo.

"Tapi intinya bola itu kerja sama tim. Polisi juga gitu, kinerja kami sangat bergantung dengan kerja sama tim. Seperti kata Arief, loyalitas tanpa batas," ujar Hasto. (JB)

Arief berpose di kaki Gunung Jambangan Kabupaten Kotabaru Kalsel


Space Iklan

Tags

Posting Komentar