Kisah Sedih Warga Angsana, Mengaku Diberhentikan Perusahaan Batubara Sebab Dukung Zairullah - Jurnal Banua -->

Kisah Sedih Warga Angsana, Mengaku Diberhentikan Perusahaan Batubara Sebab Dukung Zairullah

Jumain dan keluarganya berbincang dengan penulis dan kelompok pemerhati lingkungan di rumahnya | Foto: Jurnal Banua
Suria duduk di atas kasur, matanya basah. Di hadapannya, terlihat punggung suaminya legam, mengambil seragam kerja di lemari. Jumain diistirahatkan perusahaan yang berkegiatan di industri batubara, sehari setelah dia berfoto bersama Zairullah Azhar.

JURNALBANUA.COM, TANAH BUMBU - Sudah lama Jumain mendukung calon bupati Zairullah Azhar. Ia dan Suria sepakat, Zai adalah harapan masa depan pendidikan dan kualitas anak-anak mereka.

Ia tinggal di Desa Bunati, Kecamatan Angsana. Persis di tepi pantai.

Dahulu, Bunati adalah kawasan wisata. Horizonnya indah. Namun sejak beroperasinya pelabuhan-pelabuhan batubara di pesisir Kecamatan Angsana, panorama itu berubah.

Industri batubara itu mengubah pola kehidupan pesisir. Nelayan banyak banting stir kerja di kegiatan industri batubara sebagai buruh. Termasuk Jumain, yang mulai bekerja sejak 2013 silam.

Apa yang dikerjakannya? Jumain dan rekan-rekannya berada di garda terdepan geliat industri emas hitam. Di pekerjaan, merekalah yang berhadapan langsung dengan partikel halus batubara.

"Kalau lihat ke atas, pas batubara itu tumpah, hitam langit," ujarnya kepada Jurnal Banua, Rabu (18/11) malam tadi.

Sejak beberapa pemilu, dia dan keluarga selalu menjatuhkan pilihan kepada Zairullah. Seperti di Pileg 2019 tadi. Mereka menilai, Zai adalah sosok pemimpin yang diperlukan rakyat.

"Melihat beliau kita seperti melihat orang tua kita sendiri. Kita tidak cemburu, karena sidin tidak menjadikan jabatan untuk memperkaya diri," bebernya.

Tapi di Pilkada 2020 ini, pilihan akal sehatnya itu berbuah kisah ironi. Jumain diberhentikan di tempatnya bekerja, yang dia duga kuat karena dukungannya ke Zairullah.

Dugaannya beralasan, di pekerjaan tidak pernah ada masalah. Sudah bekerja sejak 2013 silam. Atasannya pun akunya, tidak memberikan alasan kenapa dia diberhentikan. Hanya meminta Jumain menyerahkan atribut perusahaan.

Padahal Jumain pernah dapat penghargaan. di perusahaan itu. Karena dianggap cakap dalam bekerja.

"Gak ada surat pemberhentian. Langsung ditelepon pengawas, disuruh serahkan ID Card sama seragam kerja," getirnya.

Beberapa hari sebelumnya, ia dan istri sudah menduga akan ada tindakan dari perusahaan tempatnya bekerja. Dia mengatakan, sudah bukan perbincangan rahasia lagi di masyarakat, kalau petinggi di perusahaan ingin memenangkan salah satu calon.

"Keluarga saya banyak di sini. Masyarakat tahu lah semua," bebernya.

Tapi keluarga kecil ini, tidak pernah menyangka jika sampai berujung pemberhentian kerja. Yang artinya ancaman bagi dapur yang menghidupi empat orang anak mereka.

Pemberhentian sepihak itu kata Jumain terjadi pada 26 Oktober tadi. Sehari sebelumnya ia hadir di kampanye Zairullah, berpose bersama istrinya dengan pelopor Bumi Bersujud itu.

Jumain berpose bersama Zairullah pada 25 Oktober, sehari setelahnya dia diberhentikan di tempatnya bekerja | Foto: IST
Pertama kali menerima telepon dari pengawas tempatnya bekerja, Jumain sempat gamang. Ia meminta pendapat Suria. Di luar dugaan, walau berliang air mata, sang istri tetap memintanya bertahan, setia dengan Zairullah.

"Jujur, kalau bukan dukungan istri, saya mungkin mundur. Tapi ternyata dia pun ikhlas, walau taruhannya begitu besar. Dia percaya, Tuhan sudah punya rencana," kata Jumain tidak dapat membendung air matanya.

Rekan penulis sontak memalingkan wajah. Rupanya ia coba menyembunyikan matanya yang mulai basah pula.

Bagaimana tidak sedih? Rumah Jumain sederhana. Di ruang tamu hanya ada TV tabung 14 inch. Ibu kandung Jumain, nonton dengan wajah hampir setengah meter jaraknya dari TV mungil itu.

Empat anaknya duduk berdekatan. Semuanya masih kecil-kecil. Keluarga ini kesannya, benar-benar keluarga yang tidak punya apa-apa selain keteguhan dan idealisme.

Jumain menilai, kekayaan alam di daerah Kecamatan Angsana mestinya bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat. Bukan terkesan hanya untuk orang-orang tertentu saja.

"Gak mau saya, yang miskin tambah miskin. Makanya saya mau Pak Zairullah. Beliau saya tahu, gak ngejar harta," tambahnya.

Ia pun mengimbau rekan-rekannya untuk berani berpihak pada nurani dan akal sehat. "Demi masa depan Tanah Bumbu. Daerah ini harus dipimpin orang yang cerdas dan berpengalaman," tuntasnya. (shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar