Sulaiman Ungkap Penyebab BBM Langka, Begini Tanggapan Awaludin

Sulaiman Umar

JURNALBANUANCOM, KOTABARU - Anggota DPR RI Sulaiman Umar mengungkapkan fakta mengejutkan. Kelangkaan BBM yang kadang terjadi di Banua karena alur distribusi via Sungai Barito yang tiap tahun mengalami pendangkalan.

"Pendangkalan Sungai Barito menyebabkan muatan maksimal kapal tanker yang dapat masuk adalah 4.400 KL. Atau kapal  tongkang maksimal 6000 KL. Juga kontur tanah labil yang menjadikan pemeliharaan tangki timbun ekstra, karena mengalami penurunan dan kemiringan," beber Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/12) siang tadi.

Padahal aktual kebutuhan penyaluran di lapangan katanya mencapai 3.900 KL pe hari. Sehingga stok terkadang hanya bisa bertahan dalam dua hari. Begitu juga dengan gas.

Karena masalah itu, ia pun meminta Pertamina, SKK Migas, Badan Geologi, BPH Migas, PGN agar memastikan suplai stok BBM di Kalsel.

"Agar tidak ada lagi masalah para nelayan kekurangan BBM untuk melaut," tegasnya.

Anggota DPRD Kotabaru dari fraksi PAN, Awaludin diminta tanggapannya mengatakan, perlu ada alternatif lain untuk pintu masuk kapal tanker penyalur BBM.

"Sebenarnya yang layak itu di Pulau Laut. Karena laut kita dalam, kapal raksasa bisa sandar.

Jika lewat laut lepas yang dalam, tidak akan terjadi kata Awal masalah pendangkalan seperti di Sungai Barito. "Lebih murah dan efisien," bebernya.

Sebelumnya Sekda Kotabaru Said Akhmad kepada wartawan mengatakan. Ke depan di Kotabaru, Pulau Laut, akan dibangun pelabuhan skala internasional.

Pelabuhan itu bisa jadi alternatif pengganti Trisakti yang tiap tahun terus mengalami pendangkalan. (JB)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar