Haru Malam 27 Ramadan Sambut Zairullah di Desa Romantis Batulicin Irigasi

Bupati Zairullah Azhar saat berada di Masjid Baiturrahim Desa Batulicin Irigasi, Kamis (28/4/2022) | Foto: Jurnal Banua
Haru menyelimuti malam 27 Ramadan di Desa Batulicin Irigasi. Obor di pinggir jalan menyambut kedatangan Zairullah Azhar. Bersama warga bermunajat di bawah langit kayu Masjid Baiturrahim.

JURNALBANUA.COM, BATULICIN - Pernah membayangkan desa romantis seperti Tumaritis dalam serial Petruk, Tatang S? Itulah Desa Batulicin Irigasi.

Kamis (28/4/2022), Jurnal Banua berkesempatan mengikuti Safari Ramadan, Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar. Berangkat dari kantornya, di Gunung Tinggi jelang Magrib.

Sebelum ke Irigasi, Zairullah mampir di Desa Maju Sejahtera. Dua desa ini tetanggaan. Usai berbuka dan salat Magrib, Zairullah lanjut perjalanan.

Tidak sampai setengah jam, tiba di depan pintu gerbang Irigasi. Jalannya agak sempit. Lurus ke depan.

Kanan kiri berjejer rumah warga. Semua punya pekarangan luas. Berhias bunga-bunga, pagar bambu dan beberapa lampu obor.

Suasana romantis malam Ramadan di Desa Batulicin Irigasi
Wajah-wajah warga tenang. Senyum mereka lempar ke rombongan yang datang. Rony sopir Zairullah memarkir mobil tepat di samping langgar.

Tidak lama, azan berkumandang. Anak-anak berlarian ke Masjid Baiturrahim Dusun II. Malam Ramadan membawa keceriaan tersendiri di usia mereka. Orang-orang tua sudah lama mengisi saf-saf depan.

Isya berjamaah digelar. Lanjut dengan tarawih dan witir. Bacaan imam tampaknya bisa diterima semua umur. Tidak terlalu cepat, tidak juga lambat. Proporsional.

Sekitar 45 menit, usai sudah Zairullah dan warga bermunajat kepada Tuhan. Kue-kue lantas dihidangkan. Ada agar-agar, puding, bingka bulat, plus kurma. Tidak ketinggalan penganan khas desa: pisang goreng.

Kipas angin tua berbunyi keras di bawah langit-langit kayu. Berkelir cokelat.

Berdiri seorang pemuda tegap. Memakai baju koko hijau. Warna kesukaan Zairullah. Namanya Supriyadi, kepala desa di sana.

Supriyadi adalah gambaran kepala masa kini. Cerdas dan inovatif. Di bawah kepimpinannya sudah beberapa kali desanya menang lomba nasional. Program desa yang berwawasan lingkungan memantik banyak pujian.

Menuju desa agrowisata. Begitu impiannya. Visi yang akarnya sudah terlihat sejak awal. Tiap rumah di desa begitu mandiri. Sayur dan herbal hampir ada di setiap pekarangan.

Desa ini dulunya adalah transmigrasi. Beragam suku ada di sana. Sama-sama perantauan, rupanya membuat ikatan mereka kuat. Gotong-royong menjadi kebiasaan meraka.

"Di tengah kesibukan beliau, masih sempat datang ke sini. Kita doakan selalu diberi kesehatan. Dan semoga apa yang kita cita-citakan bersama untuk desa ini bisa terkabul," kata Supriyadi.

Apa yang cita-citakan desa? Sederhana. Agrowisata dan peningkatan kualitas SDM warga, khususnya di bidang agama.

Tiba giliran Zairullah memberikan sambutan. Di awal-awal sudah terlihat. Dia begitu terharu dengan kondisi warga di desa. Dia bilang, walau dengan keterbatasan di tengah zaman sulit begini, tapi terlihat ada cinta di mana-mana.

"Energi cinta itu menular, dan terasa," ujarnya.

Dia lantas bersyukur, motto Tanah Bumbu sejak awal didirikan sampai sekarang tidak berubah: Bersujud. Motto itu bebernya adalah simbol rakyat Tanah Bumbu. Bersama pemimpin dan ulama berikhtiar mencari rida Tuhan. Kesejahteraan bukan hanya dari sudut ekonomi. Tapi sejahtera itu ketika semua warganya bisa tidur dengan tenang.

"Itulah mengapa Khalifah Umar bin Abdul Aziz biasa tidak tidur. Dia memastikan dulu semua rakyatnya dalam keadaan aman. Tidak ada yang kelaparan. Dia biasa tengah malam berkeliling dari rumah ke rumah," ujar Zairullah.

Untuk itulah dia mengajak semua kepala dinas turun ke desa selama Safari Ramadan yang hampir tiap hari dia gelar. "Berkali-kali saya bilang ke mereka (kepala dinas), pejabat itu adalah pelayan rakyat," tegasnya.

Tidak terasa malam Ramadan sudah masuk ke malam 27. Belum pernah sebutnya dia merasakan Ramadan seindah tahun ini. Keindahan itu dia rasakan saat bertemu warga desa, salat bersama mereka.

"Dan saya harap, pertemuan ini tidak berhenti di sini. Tolong para kepala dinas, camat, catat semua harapan warga. Bantu mereka, bagaimana caranya. Itu tugas kita," tekannya.

Dia lalu meminta warga terus memakmurkan masjid. Kantor kepala desa, kantor camat boleh bantuannya biasa. Tapi masjid harus jauh lebih baik. "Suasana masjid begini, saya harap jangan hanya Ramadan. Teruslah seperti ini," pintanya.

Dia lantas bercerita. Ada sebuah desa, anak mudanya banyak jadi orang hebat. Ditelisik, ternyata para anak muda itu sejak di desa suka main ke masjid.

"Pondasi itu harus kita bangun sejak awal. Harus ada yang kita wariskan untuk anak cucu kita," ucapnya.

Politikus PKB ini berdoa, Tanah Bumbu bisa menjadi Serambi Madinah-nya Kalsel. Sebuah konsep pembangunan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas kehidupan, dalam bingkai religiusitas. (shd/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

Posting Komentar