Yes Mancing, Bisa Belajar Casting BC Satu Jam Saja

Yanto pemilik toko Yes Pancing sedang melayani pembeli. Tampak dua buah reel BC di atas mejanya

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Musim memancing di Pulau Laut sudah dimulai. Tiap akhir pekan ramai mereka pergi ke spot-spot potensial di ujung tenggara Kalsel ini.

Pulau Laut memang salah satu destinasi mancing. Mancing ikan air tawar, muara atau di laut.

Salah satu teknik memancing yang sedang digemari adalah casting. Memakai umpan tiruan, lempar, tarik, sampai umpan disambar ikan.

Untuk ikan air tawar, gabus adalah buruan para castinger. Pulau Laut memang melimpah jenis ikan karnivora ini. Pemancing dari luar daerah banyak datang saat musim panas begini.

Teknik casting punya peralatan khusus. Reel dan joran. Untuk yang profesional biasanya memakai reel jenis baitcasting, disingkat BC.

Keunggulan reel BC adalah, castinger tinggal melempar umpan. Menariknya, lempar lagi. Tanpa harus direpotkan dengan mengatur senar seperti pada reel spinning.

Tapi bagi pemula, konon katanya sulit memakai reel BC. Senar sering kusut saat melempar umpan. Padahal, jika sudah mahir, katanya akan ketagihan.

Minggu (26/8) siang tadi, wartawan Jurnal Banua menyambangi salah satu toko pancing terkenal di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru. Yes Mancing nama tokonya.

Pemilik toko itu Yanto. Masih muda. Kata beberapa pelanggannya, mereka suka belanja di sana, karena keramahan penjualnya. Toko nya di pusat kota, depan lapangan indoor basket. Depan lapangan voli Kodim 1004.

Mendengar wartawan ingin merasakan sensasi mancing dengan memakai reel BC, dia lantas menyodorkan sebuah reel dan joran. "Pemula pakai ini saja. Murah tapi tidak murahan lah kualitasnya," ujarnya.

Kelebihan Yanto, dia biasanya menanyakan kepada pelanggan, terkait barang dagangannya. Apa kelebihan kekurangan merek ini dan merek itu.

"Tergantung sih ya. Ada yang lama belajarnya. Ada yang sebentar saja. Tapi kayaknya sampean sebentar saja itu," ujar Yanto menyemangati.

Usai mendapatkan piranti baitcasting lengkap dengan jorannya, wartawan berangkat ke Kecamatan Pulau Laut Timur. Salah satu spot favorit warga pusat kota memancing ikan air tawar.

Mendekati arah Berangas, pusat kota kecamatan, terlihat beberapa pengendara balik kanan. Di punggung mereka menjuntai ujung-ujung joran.

Pulau Laut Timur salah satu kawasan favorit memancing ikan air tawar

Di sudut jalan, ada sebuah aliran sungai. Dekat hamparan padi. Tidak ada hambatan untuk melempar-lempar umpan.

Penulis pun kemudian mengeluarkan peralatan. Umpan kodok palsu dengan spinner dipasang. Seperti tutorial di internet, tension knob diatur sedemikian, sehingga saat spool bebas, umpan akan turun perlahan.

Ketika spool berhenti berputar saat umpan menyentuh air, itu tanda pengaturannya sudah pas.

Wuuus, penulis melempar umpan. Tak, umpan seperti memantul di udara. Terlihat senar yang terbuar dari benang kusut di spool.

Karena sudah juga melihat video cara memperbaiki benang kusut, penulis dapat mengatasi masalah itu tidak sampai satu menit. Caranya, gumpalan senar yang kusut ditarik-tarik dari spool, jangan terlalu keras, setelah jeratan benang longgar, tarik ujung senar di depan reel.

Begitu terus diulang-ulang, sampai semua gumpalan senar bebas.

Setelah selesai, penulis melempar lagi. Kusut lagi. Perbaiki lagi.

Lemparan berikutnya, baru sadar, bahwa teknik melemparnya salah. Terbiasa memakai reel spinning, melempar umpan dengan cara menyentak joran.

Baitcasting tidak begitu, setidaknya itu yang dikatakan tutorialnya. Umpan diarahkan dengan pergelangan tangan. Seperti melontarkan umpan ke depan, bukan memecut jorannya.

Satua dua tiga, penulis mencobanya. Sreeeet spool berputar, umpan jatuh sekitar 15 meter di depan. Bukan main girangnya.

Ada setengah jam, latihan begitu. Masih sering kusut, itu karena memaksa melempar dengan tenaga maksimal. Paling enak melempar dengan posisi reel miring, jadi ibu jari kita yang menekan thumb bar, posisinya lebih enak. Posisi reel nya saja miring, penampang depan menghadap samping, tapi mengayunkan joran tetap dari belakang kepala ke depan.

Merasa cukup latihan, penulis pun berjalan ke arah spot potensial yang ada ikan gabusnya. Kali ini lemparan sudah lumayan jauh. Bisa di atas 30 meter. Tension knob agak dilonggarkan, rem magnetik di reel dikendorkan.

Kasang masih kusut, tapi karena terburu-buru. Pada lemparan yang ke berapa, penulis lupa, umpan disambar ikan. Jleb, joran pun disentak. Ternyata ikan gabus.

Hasil memancing di Pulau Laut Timur memakai teknik casting

Dari pengalaman penulis memakai reel BC selama kurang lebih satu jam, piranti ini punya banyak kelebihan dibanding spinning untuk casting.

Melontarkan umpan untuk jarak jauh lebih mudah. Meski awalnya susah, tapi lama kelamaan, terlihat bahwa lokasi umpan jatuh lebih akurat dibanding spinning.

Kekurangnya mungkin hanya bagi pemula. Kusut atau sering disebut backlash. Tapi jika Anda ingin mencoba, sabar dan tidak terburu-buru memakai tenaga maksimal melempar, satu hari waktu yang cukup belajar piranti ini.

Apapun itu, teknik apapun, bagi penggila mancing, yang terpenting adalah memancing. Salah satu penggemar mancing di Pulau Laut adalah Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto. Kata Suhasto kepada wartawan suatu waktu, memancing melatih kesabaran dan mendekatkan diri dengan alam. (Jurnal Banua)

Baca juga: Nelayan di Pulau Kaget, Udang Kapolres Begini Rasanya


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.

1 komentar:

  1. Anonim4/7/22

    Hebat banget om jurnal banua, bisa belajar BC satu waktu saja dan cuma beberapa jam saja, keren .....😁👍.
    Luar biasa redaksinya,sangat memotivasi😁👍

    BalasHapus