Warga Keluhkan Data Desil dan Jalan yang Rusak, H Makmur Siap Perjuangkan

Anggota DPRD Banjarmasin, H M Makmur bersama warga Kelurahan Kebun Bunga.(FOTO:IST)

JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Suara warga silih berganti memecah suasana di Jalan Mangga 3 Ujung, Kompleks Arrahim, RT 24, Kelurahan Kebun Bunga, Banjarmasin Timur, Kamis (22/10). Di bawah tenda sederhana, puluhan warga menyampaikan keluhan dan harapan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.

Mereka datang membawa beragam persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Mulai dari jalan rusak yang mendesak untuk diperbaiki, kebutuhan gerobak sampah, hingga data desil yang dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.

Aspirasi itu mengemuka dalam kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar anggota DPRD Kota Banjarmasin, H Muhammad Makmur.

Satu per satu warga menyampaikan pendapat mereka. Sebagian berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan. Warga lainnya meminta dukungan sarana pengangkutan sampah agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Namun, di antara berbagai keluhan tersebut, persoalan desil menjadi salah satu perhatian utama warga. Mereka mempertanyakan perubahan kategori desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi kehidupan sehari-hari.

Makmur menyimak setiap masukan dengan saksama. Ia mendengarkan keluhan warga, mencatat berbagai usulan, dan merespons persoalan yang mereka sampaikan.

“Sebagian besar warga menginginkan perbaikan jalan. Ini menjadi kebutuhan mendesak yang akan kami perjuangkan,” ujarnya.

Perubahan Desil Jadi Keluhan Warga
Di tengah pembahasan mengenai infrastruktur, persoalan data desil turut menyita perhatian. Sejumlah warga mengeluhkan perubahan kategori desil dari sebelumnya desil 2 menjadi desil 6. Perubahan tersebut mereka nilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Kondisi ini mendorong warga meminta pemerintah melakukan pembaruan dan verifikasi data agar penetapan desil benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan.

Makmur menilai, ketepatan data menjadi hal penting agar kebijakan dan program bantuan pemerintah dapat menyasar masyarakat sesuai kondisi mereka.

“Yang paling banyak ditanyakan warga tadi juga soal desil. Kami menginginkan adanya pembaruan data sehingga desil masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan,” kata Makmur.

Ia berharap pemerintah kota memberi perhatian terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, aspirasi warga perlu menjadi bahan evaluasi agar pendataan masyarakat berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.

Gerobak Sampah dan Kesadaran Menjaga Lingkungan
Selain infrastruktur dan pendataan sosial, warga juga menyampaikan kebutuhan gerobak sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.

Menanggapi usulan tersebut, Makmur menyatakan akan meneruskan permohonan warga kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Ia juga mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing.

Makmur mendorong warga memilah sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sementara (TPS) resmi.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Kami mendorong warga agar memilah sampah organik dan nonorganik di rumah. Langkah kecil ini bisa berdampak besar. Soal permohonan gerobak sampah nanti akan saya sampaikan kepada pemerintah kota,” ujarnya.

Menampung Aspirasi, Mengawal Harapan Warga
Bagi Makmur, pertemuan langsung dengan masyarakat bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami persoalan yang dihadapi warga sekaligus menyerap kebutuhan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Melalui dialog seperti ini, ia berharap berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat terpetakan dengan lebih jelas. Aspirasi yang terkumpul selanjutnya akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah kota sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Makmur menegaskan, seluruh usulan warga akan ia tampung dan perjuangkan agar mendapat tindak lanjut. Ia menyadari bahwa perbaikan infrastruktur, ketepatan data sosial, dan ketersediaan sarana pengelolaan sampah merupakan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Semua usulan akan kami tampung dan sampaikan ke pemerintah kota. Kami berharap semuanya bisa terealisasi,” katanya optimis.

Di bawah tenda sederhana di kawasan Kebun Bunga itu, warga telah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Kini, harapan mereka tertuju pada tindak lanjut pemerintah agar setiap aspirasi tidak berhenti sebagai catatan, tetapi berujung pada solusi nyata bagi masyarakat.(saa/jb)






Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.