![]() |
| Kegiatan reses Anggota DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Persoalan bantuan sosial, kabut asap, layanan kesehatan gratis, hingga kebutuhan infrastruktur menjadi sorotan dalam kegiatan Penelaahan dan Aspirasi Masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara yang digelar Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainal Hakim.
Dalam agenda reses ketiga tahun 2026 tersebut, Zainal Hakim menyambangi warga Kelurahan Surgi Mufti, tepatnya di kawasan Kubah Surgi Mufti, Jalan Sungai Jingah, Kamis (22/10).
Pertemuan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus menyuarakan kebutuhan lingkungan tempat tinggal mereka.
Salah satu persoalan yang mencuat ialah bantuan sosial (bansos). Sejumlah warga mengaku pernah menerima bantuan, tetapi kemudian tidak lagi tercatat sebagai penerima dalam data yang digunakan pemerintah.
Menanggapi keluhan tersebut, Zainal Hakim meminta agar instansi terkait mendata kembali warga yang benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan. Apalagi, dalam kegiatan itu, perwakilan Dinas Sosial turut hadir sehingga aspirasi masyarakat dapat langsung disampaikan kepada pihak yang berwenang.
Menurutnya, pendataan ulang perlu dilakukan agar warga yang layak menerima bantuan tidak kehilangan haknya hanya karena persoalan data.
Selain bansos, kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Banjarmasin juga menjadi perhatian.
Dalam pertemuan, perwakilan Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Zainal Hakim menilai penyampaian informasi kesehatan seperti ini penting agar masyarakat lebih memahami langkah pencegahan yang perlu dilakukan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Persoalan berikutnya berkaitan dengan akses layanan kesehatan. Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa masih ada masyarakat yang belum mengetahui program cek kesehatan gratis.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyebarluasan informasi mengenai program pemerintah masih perlu ditingkatkan. Dengan informasi yang lebih luas dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak hanya menyampaikan keluhan terkait bantuan sosial dan kesehatan, warga juga mengusulkan sejumlah kebutuhan infrastruktur di kawasan Sungai Jingah. Mereka meminta perhatian terhadap penyediaan penerangan jalan umum (PJU) serta pembangunan atau peningkatan fasilitas dermaga di kawasan Kubah dan Masjid Bani Arsyadi Sungai Jingah.
Usulan itu menjadi bagian dari aspirasi yang perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait, sehingga kebutuhan masyarakat dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.
Bagi Zainal Hakim, kegiatan reses bukan sekadar agenda bertemu konstituen. Forum ini menjadi kesempatan untuk mendengar langsung persoalan warga, mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak yang berwenang.
Melalui pertemuan di Kelurahan Surgi Mufti ini, berbagai persoalan yang disampaikan warga diharapkan memperoleh perhatian dan tindak lanjut. Mulai dari kepastian pendataan penerima bansos, edukasi kesehatan di tengah kabut asap, pemerataan informasi layanan kesehatan gratis, hingga kebutuhan penerangan jalan dan fasilitas dermaga.
Aspirasi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat berawal dari kesediaan untuk mendengar dan menindaklanjuti persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.(saa/jb)
