Rikval Fachruri Tampung Keluhan Jembatan Rusak dan Ingatkan Risiko Kebakaran

Rikval Fachruri membagikan masker kepada warga usai reses. (FOTO:JURNAL BANUA)


JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, saat menggelar kegiatan reses bersama warga Kelurahan Alalak Selatan, Sabtu (24/10).

Dalam pertemuan tersebut, Rikval tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah dampak kabut asap serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

Salah satu bentuk kepedulian yang dilakukan ialah membagikan masker kepada warga. Langkah ini diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan orang lanjut usia, dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Rikval mengatakan, pembagian masker merupakan bagian dari upaya pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Warga, termasuk generasi muda, diharapkan turut memperhatikan kondisi orang tua dan anggota keluarga lainnya yang berisiko terdampak paparan asap.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat. Kami berharap langkah sederhana ini dapat membantu mencegah gangguan kesehatan, khususnya ISPA,” ujarnya.

Di samping persoalan kesehatan, kerusakan jembatan menjadi salah satu aspirasi mendesak yang disampaikan warga Alalak Selatan.

Rikval mengungkapkan, terdapat sejumlah jembatan di tiga rukun tetangga (RT) yang mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena mereka tidak ingin kejadian serupa dengan insiden di kawasan Mantuil terulang di lingkungan tempat tinggal mereka.

Jembatan-jembatan tersebut memiliki konstruksi kayu di bagian bawah, sementara permukaan atasnya dilapisi aspal. Kerusakan pada bagian konstruksi dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak membahayakan warga yang melintas.

Ia menyebutkan, perbaikan terhadap sejumlah jembatan yang menjadi perhatian warga telah dilaksanakan melalui anggaran perubahan. Sementara itu, jembatan lain yang masih membutuhkan penanganan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti pemerintah.

“Ada permintaan warga agar jembatan-jembatan lainnya juga diperhatikan, termasuk yang berada di RT 2, RT 3, serta RT 5 hingga RT 9. Ini merupakan langkah pencegahan agar tidak terjadi kejadian yang membahayakan masyarakat,” katanya.

Bagi warga, keberadaan jembatan yang aman bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga menyangkut kelancaran aktivitas sehari-hari dan keselamatan saat bepergian.
Karena itu, penanganan kerusakan jembatan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kebutuhan masyarakat.

Selain persoalan jembatan, potensi kebakaran juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Rikval menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir telah terjadi empat kali kebakaran di lingkungan RT di Kelurahan Alalak Selatan.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di rumah.

Rikval menjelaskan, penggunaan listrik yang melebihi kemampuan instalasi dapat menyebabkan kabel mengalami panas berlebih. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, risiko korsleting hingga kebakaran dapat meningkat.

Ia mengimbau warga agar menggunakan peralatan listrik sesuai kapasitas instalasi dan tidak menambah beban listrik secara sembarangan.

“Penggunaan listrik harus disesuaikan dengan kemampuan kabel dan instalasi di rumah. Jika beban berlebihan, kabel bisa menjadi panas dan berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.

Menurutnya, kewaspadaan terhadap instalasi listrik merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga untuk mengurangi risiko kebakaran di kawasan permukiman.

Melalui kegiatan reses tersebut, Rikval berharap berbagai aspirasi warga Alalak Selatan, mulai dari perbaikan jembatan hingga upaya pencegahan kebakaran, dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Baginya, reses bukan hanya menjadi ruang untuk mendengarkan keluhan masyarakat, tetapi juga kesempatan untuk mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan nyata demi keamanan dan kenyamanan warga.(saa/jb)








Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.