![]() |
| Kegiatan Reses Gusti Yasni Iqbal. (FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Perbaikan jembatan dan peningkatan fasilitas posyandu menjadi dua kebutuhan yang disuarakan warga Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Melalui kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Gusti Yasni Iqbal, warga menyampaikan harapan agar berbagai persoalan di lingkungan mereka mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah.
Dalam kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat daerah pemilihan (dapil) pada Kamis (22/10), warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu persoalan yang mengemuka ialah kondisi Jembatan 2 di kawasan Sungai Baru. Warga mengusulkan perbaikan karena menemukan bagian jembatan yang berlubang dan membutuhkan penanganan.
Bagi warga, kondisi infrastruktur seperti jembatan menjadi hal penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, mereka berharap usulan perbaikan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti kebutuhan fasilitas posyandu. Perkembangan layanan posyandu yang kini menjangkau berbagai kelompok usia membuat ketersediaan sarana pendukung menjadi semakin penting.
Gusti Yasni Iqbal mengatakan, masyarakat tidak hanya meminta perhatian terhadap pelayanan bayi dan balita, tetapi juga pelayanan bagi remaja hingga lanjut usia.
Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga ialah penambahan timbangan untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu.
Aspirasi itu menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai agar kegiatan pemantauan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.
“Usulan yang disampaikan masyarakat ini akan kami masukkan ke dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan,” ujar Gusti Yasni.
Ia menjelaskan, usulan masyarakat selanjutnya akan diselaraskan dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan dibahas dalam proses penyusunan anggaran pemerintah daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah perlu menentukan skala prioritas. Usulan yang dinilai mendesak akan dipertimbangkan untuk mendapat penanganan lebih dahulu, sedangkan usulan lainnya tetap dapat diperjuangkan pada tahun anggaran berikutnya.
Bagi Gusti Yasni, aspirasi yang belum terealisasi bukan berarti hilang. Setiap usulan tetap perlu masuk dalam proses perencanaan agar memiliki peluang untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Ibnu, menyatakan pihaknya akan menyampaikan hasil reses tersebut kepada dinas.
Khusus untuk usulan perbaikan Jembatan 2 di kawasan Sungai Baru, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu bersama tim PUPR. Langkah tersebut bertujuan untuk memeriksa kondisi jembatan sebelum menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
“Hasil reses ini akan kami sampaikan ke dinas. Terkait perbaikan jembatan yang diusulkan warga, nanti akan kami survei terlebih dahulu bersama teman-teman PUPR,” kata Ibnu.
Kini, harapan warga Sungai Baru bertumpu pada proses tindak lanjut dari setiap usulan yang telah mereka sampaikan. Perbaikan jembatan dan penambahan fasilitas posyandu menjadi bagian dari kebutuhan lingkungan yang mereka harapkan dapat masuk dalam perencanaan pembangunan Kota Banjarmasin.
Melalui reses tersebut, aspirasi warga menjadi masukan bagi anggota dewan dan pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(saa/jb)
