Dari Rumput Stadion ke Kursi Rakyat: Syarif Faisal, Sang Pejuang Aspirasi Batola

Syarif Faisal bersama Hasnuryadi Sulaiman.(Foto: Istimewa)

JURNALBANUA.COM, MARABAHAN – Tak semua perjalanan hidup berjalan lurus. Ada yang dimulai dari garis tengah lapangan, bukan dari podium pidato. Syarif Faisal adalah salah satunya. Ia bukan hanya politisi, tapi juga atlet. Bukan hanya anggota dewan, tapi juga pembina generasi muda.

Lahir di Marabahan, 9 Mei 1978, Syarif kecil menemukan panggilan jiwanya di lapangan sepak bola. Di usia 10 tahun, ketika anak-anak lain masih mengeja cita-cita, ia sudah mengejar bola di tanah lapang, bermimpi mengharumkan nama daerah. Dari Popda hingga Pomnas, ia bukan sekadar pemain, tapi simbol semangat muda Batola.

Kecintaannya pada sepak bola merupakan warisan dari sang ayah, H Suardi. Bahkan saat masih aktif bermain, Syarif juga terlibat dalam kepengurusan PSSI Batola.

Sebagai Ketua Askab PSSI Batola termuda, ia tak hanya memimpin, tapi juga masih aktif bermain. Kepemimpinannya dikenal membumi dan menyentuh akar komunitas olahraga di pelosok Batola. Ia percaya, masa depan daerah ditentukan oleh seberapa serius kita membina anak mudanya.

Namun, sepak bola bukan tujuan akhir. Justru dari sana, ia belajar arti disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah, nilai-nilai yang kelak dibawanya saat melangkah ke dunia organisasi dan politik.

Langkah politiknya dimulai bersama Partai Golkar sejak 2007.  Ia langsung dipercaya menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Batola selama dua periode (2007–2017).

Syarif juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar Batola (2012–2017) dan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Batola untuk Golkar Kalsel pada 2020.

Namanya bahkan dua kali diusulkan oleh para ketua Pimpinan Kecamatan (PK) untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Batola pada periode 2010–2015 dan 2016–2020. Ia juga menjadi salah satu kandidat kuat Ketua DPRD Batola untuk masa bakti 2019–2024 dan 2024–2029.

Dengan cepat, kepercayaan publik tumbuh. Syarif mencatat sejarah sebagai anggota DPRD Batola termuda hasil Pemilu 2009, dan sejak itu, tak pernah lepas dari amanah rakyat. Dalam Pemilu 2024, ia bahkan meraih 5.203 suara, terbanyak se-Batola.

Namun di balik jabatan dan pencapaian, Syarif tetaplah sosok sederhana: suami dari Henny Sudiyarti dan ayah dari dua anak, Hawa Hefania Andhara dan Muhammad Altamis Rafisqy. Ia tetap hadir di tengah warga, menyapa dengan senyum yang sama seperti dulu ketika masih mengenakan jersey klub lokal.

“Saya percaya, pengabdian bisa datang dari mana saja. Bagi saya, sepak bola mengajarkan disiplin, kerja tim, dan semangat pantang menyerah. Semua itu saya bawa ke dunia politik,” ujar Syarif dalam satu kesempatan.

Kini, setiap suara yang ia sampaikan di DPRD adalah lanjutan dari semangat yang dulu ia bawa di lapangan hijau, berjuang untuk menang, bukan bagi diri sendiri, tapi untuk seluruh rakyat Batola.(saa/ibr/jb)



Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.