![]() |
| Ketua DPC PKB Banjarmasin H Deddy Sophian saat membuka kegiatan dialog interaktif bedah buku.(FOTO:JURNAL BANUA) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN - Gagasan tentang keadilan ekonomi, keberpihakan kepada masyarakat kecil, dan pengelolaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat menjadi pembahasan utama dalam Dialog Interaktif Bedah Buku Sosialisme Islam yang digelar DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjarmasin, Sabtu (7/11).
Kegiatan yang mempertemukan kalangan akademisi, tokoh organisasi, kader partai, hingga mahasiswa ini mengangkat pemikiran HOS Tjokroaminoto melalui karya Sosialisme Islam. Forum tersebut menjadi ruang untuk menggali kembali nilai-nilai tauhid dan relevansinya dengan cita-cita mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin, H Deddy Sophian, membuka langsung kegiatan tersebut. Deddy yang juga merupakan anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PKB menegaskan bahwa pemikiran Sosialisme Islam memiliki relevansi kuat dengan upaya membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
Menurutnya, nilai tauhid menjadi landasan penting dalam memperjuangkan keadilan dan pemerataan ekonomi. Prinsip tersebut juga sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan perekonomian nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Hari ini kami di DPC PKB Kota Banjarmasin melaksanakan bedah buku terkait Sosialisme Islam karya HOS Tjokroaminoto. Intinya, kita berpijak pada nilai tauhid dan sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945, bahwa kita harus berpihak kepada masyarakat kecil," ujar Deddy.
Ia menyoroti masih besarnya penguasaan dan monopoli ekonomi oleh kelompok tertentu. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar kekayaan dan potensi ekonomi Indonesia tidak hanya dinikmati segelintir pihak.
Deddy berharap ke depan masyarakat dapat merasakan manfaat kekayaan alam Indonesia secara lebih merata. Baginya, sumber daya alam yang melimpah harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat, bukan justru menciptakan kesenjangan.
"Harapan kita, ekonomi bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Kekayaan alam yang kita miliki harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri," tegasnya.
Instruksi Gus Muhaimin, Kader PKB Diajak Menggali Pemikiran Tokoh
Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin.
Ia menyebut instruksi tersebut mendorong seluruh kader PKB untuk menggelar kegiatan yang mengangkat dan mendiskusikan pemikiran dua tokoh. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan tidak hanya mengenal gagasan para tokoh, tetapi juga mampu memahami serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Diskusi dan bedah buku menjadi salah satu cara untuk memperkaya wawasan kader sekaligus membangun tradisi intelektual di lingkungan PKB,” ujar Zainal Hakim yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKB ini.
Hadirkan Akademisi dan Tokoh Nahdlatul Ulama
Untuk memperdalam pembahasan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.
Mereka adalah Akhsanul Rahmatullah dari kalangan akademisi, Dr H Amal Fathullah yang merupakan dosen UIN Antasari sekaligus Ketua PWNU Kalimantan Selatan, serta Dr Ir H Sugiarto Sumas yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan.
Ketiga narasumber tersebut memberikan perspektif berbeda dalam membedah pemikiran Sosialisme Islam, mulai dari sudut pandang akademis, keagamaan, hingga relevansinya terhadap persoalan sosial dan ekonomi saat ini.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris DPW PKB Kalimantan Selatan Hilyah Aulia dan Bendahara DPW PKB Kalimantan Selatan Hasanuddin. Sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PKB turut hadir, di antaranya Rahman Nanang Riduan.
Libatkan Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan kader dan pengurus partai. DPC PKB Kota Banjarmasin juga mengajak berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta komunitas untuk ikut berdiskusi.
Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain HIPMI, PMII, HMI, IMM, Gemasaba, Garda Bangsa, dan Panji Bangsa.
Selain itu, kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, yakni Universitas Islam Kalimantan (UNISKA), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), UIN Antasari, dan STIENAS.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa diskusi mengenai keadilan sosial dan ekonomi membutuhkan ruang dialog yang terbuka. Gagasan besar seperti Sosialisme Islam tidak hanya menjadi bahan kajian akademis, tetapi juga perlu didiskusikan dan dipahami oleh generasi muda.
Melalui bedah buku ini, DPC PKB Kota Banjarmasin berharap semangat pemikiran HOS Tjokroaminoto terus hidup dan menjadi inspirasi dalam memperjuangkan keadilan sosial, pemerataan ekonomi, serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.(saa/jb)
