Reses DPRD Banjarmasin di AKT, Aspirasi Warga Banyak Terealisasi

Anggota DPRD Banjarmasin, Hj Sarifah Saqinah. (FOTO:JURNAL BANUA)

JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hj Sarifah Saqinah, menggelar kegiatan reses bersama warga RT 12, Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT), Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (13/7). Dalam pertemuan tersebut, warga tidak hanya menyampaikan berbagai aspirasi baru, tetapi juga mengapresiasi sejumlah usulan yang telah berhasil direalisasikan melalui koordinasi dengan pemerintah kota.

Sarifah Saqinah mengatakan, reses di RT 12 menjadi titik pertama dalam agenda penyerapan aspirasi kali ini. Ia mengaku bersyukur karena banyak usulan warga pada tahun-tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

"Alhamdulillah, warga bersama Ketua RT menyampaikan ucapan terima kasih kepada dinas-dinas terkait. Beberapa usulan yang telah terealisasi di antaranya pengaspalan jalan lingkungan, pemasangan cermin cembung di tiga titik, serta bantuan bedah rumah dari Dinas Sosial," ujarnya.

Meski demikian, Sarifah menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas yang hingga kini masih dalam proses pendataan.

"Tadi kami langsung menyampaikan kepada Dinas Sosial terkait warga penyandang disabilitas. Data yang diperlukan sudah diminta, semoga proses bantuannya bisa segera ditindaklanjuti," katanya.

Selain itu, persoalan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru juga menjadi keluhan utama warga. Sarifah mengungkapkan, ada seorang anak dari keluarga kurang mampu yang tinggal sekitar 550 meter dari SMP Negeri 31 Banjarmasin, namun tidak diterima karena keterbatasan kuota.

"Anak tersebut akhirnya harus bersekolah di SMP Negeri 10 dengan jarak sekitar lima kilometer dari rumahnya. Kondisinya sangat memprihatinkan karena dia tinggal bersama neneknya dan biaya sekolah dibantu secara swadaya oleh warga sekitar," jelasnya.

Menurut Sarifah, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah agar sistem zonasi tetap memberikan rasa keadilan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kami berharap persoalan seperti ini dapat dievaluasi, sehingga anak-anak yang benar-benar membutuhkan tetap memperoleh kesempatan bersekolah di sekolah terdekat," tegasnya.

Ketua RT 12 Kelurahan Antasan Kecil Timur, Norifansyah, membenarkan bahwa sebagian besar aspirasi yang sebelumnya diajukan warganya telah direalisasikan pemerintah.

"Program bedah rumah sudah selesai dilaksanakan. Pengaspalan jalan sudah sekitar 50 persen terealisasi. Kemudian pemasangan cermin cembung dan lampu penerangan jalan umum juga sudah dipenuhi. Hampir seluruh usulan warga RT 12 sudah terealisasi," ujarnya.

Terkait persoalan zonasi sekolah, Norifansyah menjelaskan bahwa anak yang mengalami kendala tersebut merupakan warga RT 13. Meski telah dibantu oleh pihak kelurahan, anak tersebut tetap tidak diterima di sekolah yang berada paling dekat dengan tempat tinggalnya.

"Kasus itu menjadi perhatian kami karena keluarga anak tersebut memang kurang mampu. Mudah-mudahan ada solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Sementara itu, warga RT 12 Kelurahan Antasan Kecil Timur, Fatul Jannah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan bedah rumah yang berhasil diperjuangkan Sarifah Saqinah.

"Alhamdulillah saya dibantu Ibu Sarifah Saqinah melalui program bedah rumah. Sekarang rumah saya jauh lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya," ucap Fatul Jannah.(saa/jb)


Space Iklan

Tags :

bm
Jurnal Banua

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.